peezycoineth.vip

BGN pelajari praktik baik makan bergizi Jepang untuk perkuat MBG

2026-09-24 08:31

BGN pelajari praktik baik makan bergizi Jepang untuk perkuat MBG

Kamis, 24 September 2026 15:31 WIB

Image Print

Kepala BGN Sudaryono (lima dari kiri) dalam audiensi bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia di Jakarta pada Rabu (23/9/2026) untuk mempelajari praktik baik free meals di negeri Sakura itu untuk perbaikan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). ANTARA/HO-BGN.

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembelajaran dari berbagai praktik baik, termasuk pengalaman Jepang dalam menjalankan program makan gratis bagi para siswanya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam audiensi bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia pada Rabu (23/9) mengatakan, BGN terus memperluas pembelajaran dan menggali pengalaman negara lain dalam menyelenggarakan program makan bagi peserta didik.

"Intinya, kami ingin belajar dari salah satu negara terbaik dalam program free meals atau makan gratis-nya. Kami sedang mempelajari hal-hal yang bisa kita dapat dari program tersebut, mulai dari cara pelaksanaan, penanganan, hingga peran masing-masing pihak," ujar pria yang akrab disapa Mas Dar itu dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, pembelajaran tersebut tidak hanya mencakup aspek penyelenggaraan makanan, tetapi juga tata kelola dan keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem program. Selain itu, BGN juga mempelajari peran sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, hingga orang tua dalam mendukung keberlangsungan program makan bergizi di Jepang.

"Kami ingin banyak mendengar, belajar, melihat, kemudian banyak mengadopsi yang baik-baik dan yang bagus-bagus dari banyak sumber, sehingga program free meals kita bisa berjalan sebaik-baiknya di Indonesia," ucap Mas Dar.

Kerja sama antara Indonesia dan JICA dalam konteks pembelajaran program makan bagi siswa telah terbangun sejak 2024 dan akan terus berlanjut, salah satunya melalui pengiriman peserta pelatihan ke Jepang untuk mempelajari secara langsung penyelenggaraan program free meals bagi siswa.

Dalam audiensi tersebut, BGN juga mempelajari variasi model penyediaan makanan di Jepang.

Mas Dar menjelaskan, penyelenggaraan program makan bagi siswa di Jepang tidak seluruhnya dilakukan dengan memasak makanan di sekolah. Selain model yang dimasak langsung di sekolah, terdapat pula model central kitchen, yakni makanan diproduksi di dapur terpusat, kemudian dibawa ke sekolah untuk didistribusikan kepada siswa.

"Ini menjadi satu pelajaran baru. Siapa tahu kita bisa juga meniru dengan langkah-langkah yang barangkali perlu disesuaikan dengan pelaksanaan MBG bagi kita," tuturnya.

Mas Dar menegaskan, BGN terbuka terhadap pengalaman dan inovasi dari berbagai pihak sebagai bagian dari proses penguatan penyelenggaraan MBG. Pembelajaran tidak hanya diarahkan kepada satu negara, tetapi juga dapat dilakukan dengan melihat pengalaman berbagai negara yang memiliki program sejenis.

"BGN tidak menutup mata bahwa kita ada persoalan, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap inovasi, pengalaman praktik baik dari banyak pihak, termasuk dari negara lain, baik itu Jepang, India, Brasil, maupun banyak negara lainnya," tutur Mas Dar.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026