peezycoineth.vip

BI Cirebon mengarahkan komoditas kopi Gunung Ciremai tembus ekspor - ANTARA News Jawa Barat

2026-09-11 16:22

Kuningan (ANTARA) - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Jawa Barat, mengarahkan pengembangan komoditas kopi di kawasan Gunung Ciremai untuk menembus pasar ekspor dengan meningkatkan kualitas, kualitas, dan kontinuitas produksi.

Kepala KPw BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis, di Kuningan, Jumat, mengatakan kopi dipilih karena memiliki potensi ekspor tinggi sehingga pengembangannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

"Target besarnya pertama adalah kenapa kita itu masuk ke kopi, karena kopi ini adalah komoditas ekspor, jadi kita ingin ekspor ini meningkat," katanya lagi.

Menurut dia, pengembangan kopi dilakukan dari sektor hulu hingga hilir agar peningkatan produksi dan mutu berjalan beriringan dengan kemampuan petani memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.

Ia mengatakan kopi dari kawasan Gunung Ciremai saat ini sudah diekspor, namun jumlahnya belum banyak dan sebagian besar masih dikirim dalam bentuk biji kopi hijau atau green bean.

"Kalau ekspor sudah ada tapi mungkin tidak banyak ya, belum banyak dan kebanyakan ekspornya dalam bentuk green bean," ujarnya.

Dia menjelaskan pengiriman dalam bentuk green bean membuat pembeli dari luar negeri masih mengolah dan mengemas kopi tersebut menggunakan merek mereka, sehingga nilai tambah belum sepenuhnya diperoleh dari daerah asal.

Oleh karena itu, pihaknya mengarahkan pengembangan pengolahan agar kopi asal Gunung Ciremai dapat dipasarkan dengan identitas daerah dan memiliki nilai tambah lebih tinggi.

"Harapannya nanti bisa membawa kopi nama Java Buana Cermai ini untuk ekspor," katanya pula.

Dari sisi kelembagaan, BI Cirebon melakukan pendampingan melalui pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Java Buana Cermai untuk membangun identitas kopi yang berasal dari kawasan tersebut.

Ia mengatakan identitas geografis diperlukan agar kopi dari kawasan Gunung Ciremai lebih mudah dikenali konsumen, sebagaimana kopi Gayo yang identik dengan daerah asalnya di Aceh.

Pendampingan, kata dia lagi, mencakup peningkatan produktivitas dan kualitas melalui petani, termasuk ekspedisi kopi untuk menentukan cupping score, sehingga mutu kopi dapat diketahui dan program peningkatan nilai tambah disusun berdasarkan standar tersebut.

Di sektor hilir, kata dia, BI Cirebon memperluas promosi dan pemasaran melalui Ciremai Cafe Culture dan Java Coffee Culture, serta membawa kopi berkualitas yang telah dikurasi ke ajang World of Coffee.

“Kopi asal Kuningan, Jawa Barat telah masuk World of Coffee Bangkok pada 2025, sebagai salah satu upaya memperkenalkan kopi kawasan Gunung Ciremai ke pasar internasional,” ujar dia pula.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.