BI Kepri catat penjualan UMKM unggulan Rp5,3 M pada KKI 2026
BI Kepri catat penjualan UMKM unggulan Rp5,3 M pada KKI 2026
Jumat, 28 Agustus 2026 16:06 WIB
Beberapa pelanggan sedang melihat kain tenun dan wastra khas Kepulauan Riau (Kepri) pada acara KKI yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di JICC. (ANTARA/HO-BI Kepri)
Batam (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPwBI Kepri) mencatat penjualan sebesar Rp5,3 miliar dari 23 UMKM unggulan Kepri yang berpartisipasi dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta pada 20-23 Agustus 2026.
Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto mengatakan dari total penjualan UMKM Kepri produk ready-to-wear memiliki andil terbesar dalam menyokong penjualan.
“KKI 2026 mencatatkan capaian positif dengan nilai penjualan sementara per 23 Agustus 2026 sebesar Rp177,2 miliar dengan kontribusi penjualan oleh UMKM Kepri sebesar Rp5,3 miliar,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.
KKI merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mengembangkan UMKM, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan yang telah digelar sebanyak 11 kali.
“Turut hadir beberapa UMKM unggulan Kepri mulai dari Rumah Tenun Lingga, Sambal Sijago, Kenara, Narata, Isna Puring, hingga lluh Craft yang ikut meramaikan booth Kepri di KKI,” kata dia.
Keikutsertaan UMKM Kepri dalam KKI 2026 menjadi semakin strategis dalam konteks perekonomian daerah, khususnya dengan posisi Kepri sebagai salah satu pusat perdagangan, industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif di kawasan perbatasan.
Dari hasil BM ekspor KKI, UMKM Sambal Sijago yang bergerak di bidang makanan dan minuman berhasil membuka peluang ekspor ke pasar Australia dan Amerika, serta UMKM Putri Anjani yang bergerak di bidang wastra juga turut memiliki potensi untuk ekspor ke pasar Italia.
“Ini membuktikan bahwa kualitas produk lokal UMKM Kepri memiliki potensi besar untuk menarik minat pasar dan siap bersaing secara nasional maupun internasional,” kata Rony.
Bank Indonesia terus mendorong dan memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi negara dengan implementasi kebijakan pengembangan UMKM yang diarahkan melalui 3 (tiga) strategi utama, yaitu ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing; pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan; serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.