peezycoineth.vip

BKPM: Insentif masih dibutuhkan guna jaga daya saing investasi RI

2026-09-08 11:50

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan sejumlah kebijakan insentif masih dibutuhkan untuk menjaga daya saing investasi Indonesia.

Direktur Deregulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dendy Apriandi mengatakan kebijakan insentif menjadi penting sebagai daya tawar saat mempromosikan proyek pembangunan Indonesia kepada calon investor.

“Ketika kita bicara daya saing, kita masih memerlukan insentif. Ketika kita, BKPM juga melakukan istilahnya mempromosikan suatu bidang usaha. Pertanyaan yang selalu ditanya itu, apakah insentif yang mereka dapat ketika mereka berinvestasi?” kata Dendy dalam acara BIG Strategic Forum 2026 di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, pemerintah sekarang tengah berada dalam masa transisi sering penerapan pajak minimum global (global minimum tax/GMT) yang turut memengaruhi penyiapan insentif investasi.

Sebagaimana diketahui, GMT merupakan kesepakatan internasional untuk menetapkan tarif pajak perusahaan minimum sebesar 15 persen bagi perusahaan multinasional besar.

Dendy mencontohkan, insentif berupa tax holiday yang sudah berakhir sejak 2025 lalu. Sebagai pengganti, pemerintah memiliki sejumlah alternatif pengganti tax holiday, antara lain lewat subsidi energi dan Qualified Refundable Tax Credit (QRTC).

"Walaupun Kementerian Keuangan saat ini sudah memiliki beberapa alternatif pengganti dari insentif tersebut. Misalnya, subsidi energi, QRTC, itu sudah sedang kita kaji alternatif-alternatif penggantinya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia memandang pemerintah memang perlu menyiapkan berbagai insentif yang dapat menjadi pertimbangan pelaku usaha dalam menentukan investasi.

“Kalau kita bicara KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), sementara masih aman, karena PP-nya masih ada. Kalau kita bicara KPBPB, juga demikian. Nah, tapi untuk yang kita bicara umum, kita masih ada struggling-nya dalam menyesuaikan sweetener tadi,” tambah Dendy.

Baca juga: Wamen Investasi sebut pemberian insentif jadi strategi hilirisasi

Baca juga: PPI: Insentif kompetitif di PFII jadi kunci tarik investasi global

Baca juga: Insentif EV yang cakup ekosistem komponen dinilai dorong investasi

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.