Blok M Bakal Punya 2 Tower, Hotel, Mal, hingga Public Space Baru
Jakarta, CNN Indonesia --
Kawasan Blok M di Jakarta Selatan akan mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun ke depan. Kawasan yang selama ini dikenal ramai sebagai tempat kuliner, hiburan, dan berkumpulnya anak muda itu akan dikembangkan menjadi kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pengembangan tersebut akan mencakup pembangunan dua tower baru. Rencana itu disampaikan Pramono pada 2 Oktober 2026, menjelang peluncuran sekaligus groundbreaking penataan Blok M Hub.
"Akan ada dua tower baru di tempat itu, yang tingginya nanti pas launching atau groundbreaking akan saya sampaikan," kata Pramono, mengutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Pramono belum menjelaskan fungsi maupun ketinggian masing-masing tower. Ia hanya memastikan pembangunan dilakukan bersama pengembang yang telah mencapai kesepakatan dengan PT MRT Jakarta.
Pramono mengatakan pengembangan Blok M nantinya tidak hanya menghadirkan tower baru. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi apartemen, hotel, mal, serta tempat untuk aktivitas publik.
Pilihan Redaksi
- Skema Kota Satelit, Sejarah Blok M, dan Blok Lain yang Terhapus Waktu
- Daftar Titik-Titik Lokasi Paling Hits Buat Nongkrong di Blok M
- Blok M Terlalu Ramai, 5 Spot Nongkrong di Jakarta Ini Tak Kalah Seru
"Selain ada apartemen, ada hotel, ada mal, ada tempat untuk aktivitas publik dan sebagainya," ujar Pramono.
Pengembangan ini dilakukan karena Blok M dinilai memiliki posisi strategis sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi publik. Saat ini, kawasan Blok M Hub masih menjadi tempat aktivitas sekitar 332 tenant dan dikunjungi lebih dari 25.000 orang setiap hari.
Pramono juga menekankan agar proses revitalisasi tidak menghilangkan karakter Blok M yang sudah terbentuk selama ini.
"Walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, dan lebih tertata, saya berharap Blok M tidak kehilangan ruh utamanya," kata Pramono.
Meski demikian, aktivitas di kawasan tersebut akan tetap berjalan selama proses pembangunan. MRT Jakarta memastikan tenant akan melalui masa transisi sehingga tetap dapat beroperasi, sementara layanan transportasi publik juga tetap berjalan.
Pengembangan area Blok M tidak hanya dengan pembangunan tower. Pengembangan tersebut juga akan mencakup lima transformasi utama revitalisasi total.
Lima transformasi tersebut meliputi revitalisasi terminal Blok M menjadi lebih modern dan terintegrasi, pengembangan kawasan mixed-use Blok M-Sisingamangaraja, peningkatan aksesibilitas dan integrasi antarmoda termasuk bagi pejalan kaki, pembangunan destinasi komersial baru, dan pengembangan ruang terbuka publik.
Groundbreaking penataan Blok M Hub dijadwalkan pada pekan pertama Oktober 2026. Sementara revitalisasi dilakukan secara bertahap.
Terminal, kawasan retail, dan podium ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029, sedangkan pengembangan kawasan mixed-use akan dilanjutkan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada 2030.
(wiw/wiw)