peezycoineth.vip

BMKG Sorong: Warga waspadai potensi kebakaran lahan saat El Nino - ANTARA News Papua Tengah

2026-08-28 02:09

Sorong (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Domine Eduard Osok Sorong mengajak masyarakat di wilayah setempat mewaspadai potensi kebakaran lahan dan lingkungan seiring kondisi cuaca yang cenderung kering akibat pengaruh fenomena El Nino.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) BMKG Sorong Ahmad Bisri

di Sorong, Kamis, mengatakan berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer di kawasan Pasifik, saat ini indikator El Nino berada pada kategori sangat kuat dengan indeks mencapai 2,22.

"El Nino ini bukan badai, melainkan fenomena dinamika atmosfer, khususnya di kawasan Pasifik yang berpengaruh terhadap kondisi cuaca di wilayah kita," katanya.

Ia menjelaskan fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di wilayah Sorong dan sekitarnya cenderung berkurang. Padahal, secara normal wilayah tersebut memasuki periode puncak curah hujan pada Juni, Juli, dan Agustus.

Menurut dia, kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027, meskipun intensitasnya tidak terus berada pada kategori sangat kuat.

Ahmad mengatakan berdasarkan citra satelit, pertumbuhan awan hujan mulai terlihat di wilayah utara Papua, khususnya sekitar Biak. Kondisi tersebut diharapkan dapat bergerak ke wilayah Sorong sehingga meningkatkan potensi hujan dalam beberapa waktu ke depan.

"Di wilayah kita masih relatif kering. Pantauan radar menunjukkan awan yang terbentuk masih tipis dan tidak menetap," ujarnya.

Sementara itu, Forecaster BMKG Sorong Sigit Cahya mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun tumbuhan liar secara sembarangan karena kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran.

"Kami mengimbau warga Sorong dan sekitarnya untuk tidak membakar sampah atau tumbuhan liar di sekitar lingkungan karena kondisi saat ini cukup kering dan dapat menyebabkan kebakaran merembet," katanya.

Selain mewaspadai kebakaran, masyarakat juga diminta lebih bijak dalam menggunakan air karena kondisi kering berpotensi menyebabkan ketersediaan air menjadi lebih terbatas.

Sigit menambahkan kondisi angin di wilayah Sorong masih cukup kencang dengan kecepatan sekitar 12 knot atau sekitar 22 kilometer per jam.

Dia berharap dinamika atmosfer pada bulan mendatang semakin mendukung terbentuknya awan hujan sehingga curah hujan di wilayah Sorong dapat kembali meningkat.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.