peezycoineth.vip

BNPB: Jumlah pengungsi gempa Flores NTT menurun signifikan, kini 46.461 jiwa

2026-09-15 10:20

BNPB: Jumlah pengungsi gempa Flores NTT menurun signifikan, kini 46.461 jiwa

Selasa, 15 September 2026 17:20 WIB

Image Print

Relawan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan memeriksa kesehatan warga di Puskesmas Warsawe, Manggarai Barat, NTT, Senin (14/9/2026). Tim Relawan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Batch 2 berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat memberikan pelayanan kesehatan di 19 puskesmas terdampak gempa pada 9-19 September 2026 guna pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana gempa bumi di Flores. ANTARA FOTO/Gecio Viana/app/tom.

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya tren penurunan signifikan pada jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelumnya lebih dari 150 ribu jiwa kini menjadi 46.461 jiwa.

"Saat ini pengungsi itu sudah jauh turun, yang kemarin-kemarin sampai 150 ribu lebih, sekarang hanya 46.461 jiwa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa.

Berton menilai penurunan angka pengungsi ini menjadi sinyal baik bahwa upaya penanganan darurat dan pemulihan pascabencana yang dilakukan oleh pemerintah mulai membuahkan hasil nyata.

Selain memantau mobilitas pengungsi, tim gabungan di lapangan juga terus mengebut proses validasi terkait kerusakan infrastruktur, khususnya pada area permukiman warga.

"Sedangkan total rumah rusak yang sedang kami data kembali adalah 103.427 unit. Dan ini tentu ada rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan," ujarnya.

Guna memastikan bantuan perbaikan rumah dapat disalurkan secara transparan dan tepat sasaran, Berton menyatakan BNPB terus bersinergi erat dengan jajaran pemerintah daerah setempat.

Kolaborasi pendataan identitas secara rinci tersebut turut melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyaluran hak warga tidak tumpang tindih.

Berton menyebut BNPB juga mengonfirmasi bahwa musibah tersebut telah mengakibatkan 48 orang meninggal dunia secara langsung, serta 94 orang meninggal saat berada di pengungsian.

"Tentu kami tetap menyampaikan rasa belasung kami yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga, handai tolan, rekan kerja, ataupun tetangga atas berpulangnya warga negara Indonesia akibat langsung maupun tidak langsung gempa bumi di NTT tersebut," ucap dia.

Ia menyatakan pemerintah pusat dan daerah akan terus berkomitmen kuat untuk memenuhi seluruh kebutuhan dasar para penyintas gempa yang masih bertahan di sejumlah titik pengungsian.

Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.