BNPB: Petugas masih disiagakan atasi dampak cuaca ekstrem Nias Barat
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tim petugas gabungan masih disiagakan di lokasi terdampak bencana cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa kesiapsiagaan personel dilakukan guna mengantisipasi dampak susulan serta mempercepat penanganan di area terdampak.
"BPBD Kabupaten Nias Barat terus berkoordinasi dengan pihak terkait di tengah kondisi genangan di lokasi bencana yang berangsur surut," kata dia.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi sebagaimana laporan yang diterima dari BPBD setempat, cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi memicu banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Nias Barat sejak Senin (3/8).
Adapun wilayah yang tergenang banjir meliputi Desa Ononamolo III di Kecamatan Mandrehe Barat serta Desa Togimbuaya di Kecamatan Mandrehe. Sementara dampak angin kencang merenggut korban jiwa di Desa Sisobambowo, Kecamatan Mandrehe.
"Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon kelapa yang tumbang diterjang angin kencang saat hujan deras berlangsung," kata dia.
Dia menambahkan peristiwa banjir ini turut merusak sektor pertanian dengan merendam sedikitnya lima hektare lahan persawahan milik warga setempat, dan sempat mengganggu aksesibilitas masyarakat karena satu ruas jalan utama berstatus jalan provinsi.
Baca juga: BNPB: Banjir Padang berangsur surut, warga mulai bersihkan rumah
Baca juga: BPBD Padang evakuasi warga dari lokasi banjir
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.