peezycoineth.vip

BP BUMN fokus streamlining di 2026 tingkatkan kinerja - ANTARA News Jawa Timur

2026-09-23 04:44

Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata menyampaikan fokus pemerintah pada 2026 adalah melakukan streamlining atau penataan perusahaan pelat merah untuk meningkatkan kinerja.

“Pada tahun ini, kami lakukan focusing on the streamlining business,” ujar Tedi dalam acara ANTARA Business Forum yang digelar di Jakarta, Rabu.

Tedi menyampaikan streamlining BUMN bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah melalui perbaikan fokus kepada bisnis inti (core business), meningkatkan skala perusahaan menjadi perusahaan yang lebih besar, serta memiliki kontrol yang lebih baik terhadap perusahaan-perusahaannya.

Lebih lanjut ia menjabarkan, penguatan bisnis inti atau core business bertujuan untuk mencegah BUMN menjadi “palugada” atau mengerjakan seluruh bisnis sendirian.

“Jangan semuanya dikerjakan sendiri, palugada. Itu zaman dulu, semuanya dikerjakan sendiri. Nggak boleh, ya. Sekarang harus kembali ke core business (bisnis inti),” ujar Tedi.

Terkait dengan skala perusahaan, Tedi mengingatkan skala perusahaan BUMN tidak perlu berupa perusahaan yang berskala kecil. Hal tersebut, menurut dia, menyebabkan terjadinya persaingan antar-BUMN.

“BUMN ini skalanya ya jangan kecil-kecil. Perusahaan yang sama bersaing, enggak perlu. Jadilah satu, sehingga skalanya lebih besar,” ujar dia lagi.

Ketika skala BUMN tersebut sudah menjadi lebih besar dan bahkan menjadi terlalu besar di Indonesia, Tedi meyakini sudah saatnya perusahaan tersebut untuk bermain di pasar regional, hingga pasar global.

“Terkait kontrol, dulu kontrolnya kurang kepada anak, cucu (perusahaan), gitu ya. Ini kita harus kontrolnya lebih baik,” kata Tedi.

Dengan tiga perbaikan tersebut, Tedi menginginkan agar BUMN menjadi lebih baik, semakin tangguh, berdaya saing tinggi dan mampu bersaing di tingkat dunia. Ia membidik mengurangi lebih dari seribu perusahaan agar menjadi 250-300 perusahaan pelat merah.

“Harapan kami adalah dengan pelaksanaan dari program ini, kami akan melihat, ya, dengan visibility yang lebih baik kepada BUMN-BUMN kita,” ujar Tedi.

Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 274 entitas BUMN dan anak usaha telah ditata melalui proses likuidasi, merger, dan divestasi.

BP BUMN bersama Danantara terus mematangkan arah transformasi BUMN melalui penyusunan peta strategi lima tahun sebagai pedoman dalam membangun perusahaan negara yang lebih sehat, kompetitif dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.