peezycoineth.vip

BP BUMN: Konsolidasi aset tambah 13 ribu hektare kawasan Danareksa

2026-07-21 15:43

Jakarta (ANTARA) - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan konsolidasi aset kawasan industri milik BUMN berpotensi menambah lebih dari 13 ribu hektare kawasan yang dikelola Danareksa.

“Kawasan industri nanti akan kita konsolidasikan. Memang Batam ini ada transaksi yang harus kita selesaikan, tetapi ke depan juga kita akan melihat potensi di Karawang, kemudian di Patimban, dan Batam,” ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Langkah strategis tersebut akan memperkuat posisi Danareksa sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus memperkuat ekosistem investasi nasional.

Terkait langkah tersebut, Dony menggelar pertemuan dengan Direksi Danareksa untuk membahas percepatan transformasi Danareksa sebagai strategic holding kawasan industri.

Transformasi tersebut mencakup pengembangan tujuh kawasan industri yang sudah ada, optimalisasi aset, penataan entitas non-inti, serta penguatan pendapatan berulang melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti pendukung kawasan.

Dony menegaskan bahwa konsolidasi kawasan industri merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya tarik investasi Indonesia melalui pengelolaan kawasan yang lebih terintegrasi.

“Sehingga kawasan industri ini akan menjadi backbone dari daya tarik investasi kita ke depan,” ujar Dony.

Melalui konsolidasi dan pengelolaan kawasan yang semakin terintegrasi, Danareksa diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah aset BUMN, memperkuat daya saing kawasan industri nasional, serta mendorong pertumbuhan investasi dan industrialisasi Indonesia.

Baca juga: Menperin sebut prinsip RUU Kawasan Industri permudah investasi

Baca juga: COO Danantara: Pemerintah bentuk holding kawasan industri BUMN

Baca juga: Komisi VII DPR: Kawasan industri harus jadi ekosistem

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.