BP Tapera: Realisasi KPR subsidi capai 121 ribu unit hingga Juli
BP Tapera: Realisasi KPR subsidi capai 121 ribu unit hingga Juli
Jumat, 31 Juli 2026 21:23 WIB
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma dalam Pemaparan Progres Serapan Anggaran Kementerian PKP di Jakarta, Jumat (31/7/2026). ANTARA/A Muzdaffar Fauzan
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, selain realisasi yang telah tercapai, masih terdapat puluhan ribu permohonan yang sedang diproses hingga tahap akad.
"Per tanggal 31 Juli 2026, data yang kami peroleh pada pukul 14.00 (WIB), realisasi KPR subsidi sudah mencapai 121.363 unit. Selain itu, sudah ada sejumlah aplikasi yang masuk dalam proses dan sampai dengan akad mencapai 40.647. Jadi kalau kita total antara realisasi dan demand, angkanya sudah mencapai 162.010 unit," ujar Sid di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan, dari sisi pasokan (supply) saat ini tersedia 21.077 unit rumah subsidi yang siap dibeli oleh masyarakat.
Adapun berdasarkan kelompok penerima manfaat, pekerja sektor buruh dan karyawan swasta mendominasi dengan total 76.715 unit KPR subsidi, diikuti kelompok wirausaha sebanyak 21.192 unit.
Sebelumnya, BP Tapera menilai prospek rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan industri sangat bagus.
"Saya kira sangat bagus, kalau kita lihat profiling-nya yang akses rumah subsidi dari sisi profesi 74 persennya buruh atau pekerja swasta," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Batang, Jawa Tengah, Jumat.
BP Tapera, kata Heru, juga telah berdialog dengan Bupati Batang Faiz Kurniawan terkait rumah subsidi di kawasan industri, misalkan kawasan industri memiliki lahan apakah bisa dikerjasamakan dengan pengembang untuk membangun hunian vertikal subsidi.
"Jadi ini prospeknya juga sangat bagus bagaimana kita juga sudah dialog dengan Bupati Batang terkait kawasan industri. Misalkan kawasan industri itu punya tanah, bisa nggak kerja sama sama developer untuk didirikan hunian vertikal," ujarnya.
Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026