peezycoineth.vip

BPBD Kalbar catat 24 titik panas di Ketapang - ANTARA News Kalimantan Barat

2026-10-05 09:32

Pontianak (ANTARA) - BPBD Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat 24 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 4 Oktober 2026, seluruhnya berada di Kabupaten Ketapang.

"Untuk tingkat kepercayaan tinggi, data yang kami terima sampai 4 Oktober pukul 23.59 WIB hanya mempunyai titik panas sebanyak 24 titik dan itu berada di Kabupaten Ketapang," kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kalbar Ridwan di Pontianak, Senin.

Ridwan mengatakan jumlah tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibanding kondisi sebelumnya, bahkan Kalbar sempat mencatat nol titik panas pada pekan lalu.

Menurut dia, sebagian besar titik panas di Ketapang berada di Kecamatan Kendawangan sehingga pemantauan dan penanganan masih difokuskan di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil *briefing* bersama Satpol PP, Manggala Agni, Polda Kalbar, TNI, dan organisasi perangkat daerah terkait, kondisi karhutla di Kalbar secara umum telah membaik dan terkendali.

"Kalau secara keseluruhan sebenarnya untuk masalah karhutla di Provinsi Kalbar jauh sudah semakin membaik dalam kondisi yang terkendali sekarang. Bahkan sempat pada minggu kemarin, hari Rabu atau Kamis, kita mempunyai titik panas ataupun titik api itu nol," kata dia.

Meski kondisi membaik, BPBD tetap mewaspadai kemunculan kembali kebakaran akibat aktivitas pembukaan atau pembakaran lahan oleh masyarakat maupun korporasi. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Dari sisi jarak pandang, kondisi di Kabupaten Kubu Raya pada Senin sekitar pukul 06.00 WIB tercatat 600 meter, sedangkan di Kota Pontianak sekitar 1,5 kilometer. Kondisi tersebut membaik setelah pukul 07.00 WIB sehingga penerbangan yang sempat terdampak dapat kembali berjalan.

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang pada Senin (5/10) berpotensi terjadi di Sambas, Putussibau, Sanggau, Sintang, dan sejumlah wilayah hulu. Namun, Ketapang masih menjadi perhatian karena belum memiliki potensi hujan pada hari tersebut.

“Untuk potensi pertumbuhan awan, hampir semua wilayah pada 5 Oktober ini mempunyai potensi pertumbuhan awan yang cukup bagus. Mudah-mudahan operasi OMC kami tetap bisa dilaksanakan, terutama di Kabupaten Ketapang,” katanya.

BPBD berharap operasi modifikasi cuaca (OMC) dapat menghasilkan hujan untuk membasahi lahan, khususnya di wilayah yang masih terdapat titik api.

Dalam penanganan karhutla, BPBD mengoperasikan satgas udara dan darat. Dua helikopter digunakan untuk patroli, dengan satu unit memantau Ketapang dan Kayong Utara, sementara satu lainnya mencakup Kubu Raya, Landak, Sambas, Singkawang, dan Mempawah.

Satgas darat BPBD provinsi dan kabupaten/kota bersama Manggala Agni, Polda, TNI, serta instansi terkait terus melakukan pemeriksaan lapangan, pemadaman, pendinginan, dan *ground check*, termasuk di sekitar Rasau Jaya yang menjadi perhatian karena berdekatan dengan Bandara Supadio.

Pewarta: Rendra Oxtora/Sucia Lucinda
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.