BPBD Karawang: 828.000 liter air bersih didistribusikan ke 15 desa
Karawang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyebutkan sebanyak 828.000 liter air bersih telah didistribusikan ke 15 desa terdampak kemarau pada tahun ini.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram di Karawang, Kamis, menyampaikan sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini bencana kekeringan melanda 15 desa yang tersebar di lima kecamatan.
Sebanyak 17.882 jiwa dari 5.853 keluarga mengalami kesulitan air bersih akibat bencana kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
"Hingga saat ini, total sudah 828.000 liter air bersih yang telah disalurkan ke daerah yang mengalami krisis air bersih," katanya.
Berdasarkan data BPBD Karawang, sebanyak 273.000 liter air bersih telah didistribusikan secara murni oleh BPBD.
Selain itu, ada pula pendistribusian air yang dilakukan melalui kolaborasi BPBD dengan berbagai pihak seperti Perumdam/PDAM, PMI, Baznas dan lain-lain yang mencapai 555.000 liter air bersih. Jadi total air bersih yang didistribusikan sebanyak 828.000 liter.
Sementara itu, bencana kekeringan dilaporkan telah melanda 15 desa yang tersebar di lima wilayah kecamatan. Di Kecamatan Pangkalan, wilayah terdampak meliputi Desa Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana, Ciptasari, Medalsari, dan Desa Cintaasih.
Kondisi serupa turut dirasakan di Kecamatan Tegalwaru yang mencakup Desa Kutalanggeng dan Desa Cintalanggeng, serta Kecamatan Ciampel yang meliputi Desa Mulyasejati, Kutanegara, dan Desa Parungmulya.
Sementara itu, kekeringan juga meluas hingga ke wilayah Desa Wanakerta di Kecamatan Telukjambe Barat, serta tiga desa di Kecamatan Telukjambe Timur yaitu Desa Sukaluyu, Puserjaya, dan Desa Sirnabaya.
Ferry menyampaikan, pendistribusian air bersih menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan ketersediaan air bersih.
BPBD Karawang bersama pihak lainnya akan melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.