peezycoineth.vip

BPBD Malang pastikan api di Jemplang kawasan Bromo padam - ANTARA News Jawa Timur

2026-09-13 10:47

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur memastikan kobaran api yang sempat muncul di Jemplang, wilayah administrasi daerah setempat dan kawasan Gunung Bromo padam, setelah penanganan intensif petugas gabungan.

"Sudah (padam)," kata Kepala BPBD Kabupaten Malang Purwoto di Malang, Minggu.

Dalam proses pemadaman di Jemplang, sekitar 50 personel gabungan harus berjalan kaki untuk mengakses area yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan pemadam.

Puluhan petugas itu memadamkan api menggunakan gepyok atau alat pemukul api dan jet shooter.

Kebakaran yang terjadi di Jemplang karena api menjalar dari arah Sabana Pengol yang dipicu embusan angin kencang di area Bromo pada Sabtu (12/9) sore.

Proses pemadaman api di Jemplang, katanya, berlangsung sejak Sabtu (12/9) malam, setelah pihaknya menerima laporan dari tim di lokasi kejadian.

Setelah mendapat laporan itu, BPBD Malang langsung mendatangi lokasi dan bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan penanganan.

"Pada malam hari ada tangki air dari Damkar Kota Malang satu unit, Damkar Kabupaten Malang empat unit, polisi satu unit, Balai Besar TNBTS dua unit, dan BPBD satu unit, semuanya bergerak ke sini (Jemplang)," ujar dia.

Dalam operasi pemadaman, dirinya menyebut bahwa tim gabungan disebar ke tiga jalur di sekitar Jemplang, yakni ke arah Ranupani, Watu Gede, dan Jarak Ijo.

"Begitu sudah berkumpul kami langsung mengatur untuk operasi pemadaman saat malam hari, dari pengaturan yang dilakukan itu membuat daerah yang berada di tepi jalan bisa dijangkau," ujar dia.

Ketika ditanya potensi penyebaran hingga area pemukiman warga di Ngadas, ia mengemukakan, jarak dari Jemplang ke area perkampungan terbilang jauh.

"Yang terdekat hanya (Bromo) Hillside dan beberapa warung yang butuh disekat tapi sudah dibuat sekat bakar di sekitar area. Lalu, untuk ke pemukiman jauh apalagi di sana ada tegalan kentang, api tidak mungkin merambat lewat tanah," katanya.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.