BPBD suplai air bersih untuk masyarakat terdampak banjir bandang Parigi Moutong
BPBD suplai air bersih untuk masyarakat terdampak banjir bandang Parigi Moutong
Rabu, 26 Agustus 2026 13:10 WIB
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai (kanan) meninjau lokasi banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Rabu (26/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong
Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyuplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
"Kebutuhan mendesak saat ini berupa air bersih sudah disalurkan menggunakan mobil tangki," kata Pelaksana tugas (Plt) BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Rabu.
Ia mengemukakan pemerintah telah mengerahkan dua unit mobil tangki milik BPBD Parigi Moutong dan BPBD Sulawesi Tengah untuk membantu penanganan darurat.
"Tidak menutup kemungkinan mobil suplai air akan bertambah. Kami juga telah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat untuk membantu memperkuat suplai jaringan distribusi air bersih," ujarnya.
Banjir bandang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara terjadi pada Rabu (26/8) dinihari sekitar Pukul 01.00 Wita dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Parigi Moutong, mengakibatkan air sungai meluap membawa material lumpur dan potongan kayu ke pemukiman warga.
Data sementara dirilis BPBD setempat dari peristiwa itu kitar 12 rumah warga rusak, 50 rumah terendam lumpur, termasuk jalan Trans Sulawesi kurang lebih 500 meter tertutup sedimentasi dan satu unit pabrik durian ikut terdampak.
"Saat ini sekitar 12 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak dihantam banjir. Selain itu sekitar 68 KK atau 103 jiwa warga terdampak bencana hidrometeorologi," tutur Rivai.
Ia menjelaskan hingga kini penanganan kedaruratan terus dilakukan pemerintah setempat dengan melibatkan personel BPBD, personel pemadam kebakaran, TNI/Polri, aparat desa dan warga setempat.
"Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa itu. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan asesmen untuk kepentingan pembaruan data," ucapnya.
Ia menambahkan kebutuhan mendesak saat ini menjadi prioritas pemerintah, termasuk kebutuhan logistik (makanan siap saji) untuk korban banjir sudah di distribusi.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026