peezycoineth.vip

BPJPH sebut aspek halal juga perlu diperhatikan industri TPT

2026-09-04 06:05

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan aspek halal juga perlu diperhatikan oleh industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Haikal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa dalam konteks industri TPT, aspek kehalalan perlu diperhatikan karena proses produksi dapat melibatkan beragam bahan, termasuk bahan yang berasal dari unsur hewan.

Ia mencontohkan penggunaan bahan kulit pada sejumlah produk barang gunaan seperti jaket, sepatu, tas, jam tangan, topi dan sejenisnya.

“Karena leather, kulit yang masuk wajib bersertifikat halal termasuk tas, ikat pinggang, dompet, sepatu dan sebagainya,” ujar dia.

Titik kritis kehalalan pada produk tekstil sebagai barang gunaan selain terletak pada bahan juga terkait bahan tambahan seperti gelatin, lemak, atau turunan hewan yang dapat digunakan dalam proses tertentu, katanya menerangkan.

“Kehalalan bahan tersebut perlu dipastikan, termasuk asal bahan, proses pengolahan, serta status penyembelihan hewan apabila berasal dari hewan yang halal dikonsumsi,” ujar Haikal.

Lebih lanjut, ia mengatakan titik kritis juga dapat terdapat pada bahan penolong, bahan kimia, perekat, pewarna, dan keseluruhan proses produksi yang berpotensi berbahan atau terkontaminasi bahan tidak halal.

Oleh karena itu, Haikal mengatakan sertifikasi halal pada produk tekstil tidak hanya melihat produk akhirnya, tetapi juga memastikan kehalalan bahan dan keseluruhan proses produksi sesuai ketentuan Jaminan Produk Halal (JPH).

“Hal ini penting untuk memberikan kepastian kehalalan kepada konsumen sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk tekstil,” ujar dia.

Di sisi lain, Haikal menekankan bahwa sertifikasi halal juga merupakan bagian dari strategi penguatan daya saing industri.

“Pemenuhan standar halal dapat memberikan nilai tambah, memperkuat kepercayaan konsumen, dan membuka akses yang lebih luas terhadap pasar produk halal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Konsumen Tekstil Indonesia Rudiansyah menilai sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.

“Dalam perdagangan internasional, halal pun bisa menjadi salah satu instrumen untuk melindungi produsen dan produk lokal menjadi salah satu non-tariff barrier. Sehingga diharapkan Indonesia dengan populasi umat Islam yang besar akan menjadi trendsetter terhadap produk-produk dengan label halal di dunia,” kata Rudiansyah.

“Dan ini mudah-mudahan akan menjadi salah satu instrumen yang menjadi daya tarik dan power bagi produk dalam negeri untuk makin bersaing di pasar internasional,” ujar dia.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.