BPJS Ketenagakerjaan: Harpelnas momentum lebih dekat melayani
BPJS Ketenagakerjaan: Harpelnas momentum lebih dekat melayani
Senin, 7 September 2026 20:01 WIB
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda Mohamad Irfan melayani peserta pada peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026. (ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan)
Semarang (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Semarang Pemuda menegaskan bahwa peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) menjadi momentum untuk lebih dekat melayani, melindungi, dan memberdayakan pekerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda Mohamad Irfan, dalam pernyataan di Semarang, Senin, mengatakan bahwa kesejahteraan pekerja dan keluarganya merupakan tujuan dari setiap perlindungan yang diberikan.
Untuk itu, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa hadir dalam setiap perjalanan pekerja, mulai dari saat bekerja, ketika menghadapi risiko, hingga saat mereka berusaha bangkit dan melanjutkan kehidupan.
"Semangat inilah yang dibawa BPJS Ketenagakerjaan dalam Harpelnas tahun 2026," katanya.
Bukan sekadar seremoni, Harpelnas menjadi momentum bagi seluruh jajaran karyawan BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda untuk hadir lebih dekat, melayani, melindungi dan memberdayakan para pekerja.
"Harpelnas ini bukan sekadar momentum satu hari. Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, sekaligus memastikan manfaat yang diterima peserta dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kehidupan mereka dan keluarganya," katanya.
Seperti yang dilakukan Irfan yang tak sekadar menyapa, namun turut memberikan pelayanan langsung kepada peserta yang tengah melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).
Ia menyebut bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan hidup pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua, hingga meninggal dunia.
Namun bagi BPJS Ketenagakerjaan, kata dia, kehadiran tersebut tidak lantas berhenti ketika manfaat telah dibayarkan.
"Ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan ada keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit," katanya.
Menurut dia, upaya tersebut juga membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Sebab, kata dia, masih terdapat pekerja, khususnya pekerja informal, yang menjalani aktivitas sehari-hari dengan berbagai risiko namun belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sementara itu, Yani Andriyani, seorang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan mengaku mampu berusaha kembali menata kehidupannya setelah ditinggal sang suami tercinta.
Setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, ia mendapatkan pendampingan melalui Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Berbekal pelatihan dan pendampingan yang diterimanya, perlahan ia mulai bangkit dan kini merintis usaha jajanan dimsum dan puding sebagai sumber penghidupan bagi keluarganya.
Pada momentum Harpelnas tersebut, produk usaha Yani turut dipamerkan dan dipasarkan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda bersama produk penerima manfaat PEKA lainnya.
Masih dalam rangkaian peringatan Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan kepeduliannya dengan mengunjungi peserta yang tengah dirawat akibat kecelakaan kerja di Rumah Sakit Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) RSUP dr Kariadi Semarang.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.