BPS: Daging hingga kampus picu inflasi Jatim 0,34 persen pada Agustus - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,34 persen pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 (month-to-month/mtm) karena naiknya harga daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, akademi/perguruan tinggi, beras, udang basah, daging sapi, kacang panjang, ketimun dan cumi-cumi.
"Kenaikan permintaan akan bahan pangan pada momen peringatan kemerdekaan serta Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu pendorong inflasi,” kata Plt. Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati dalam konferensi pers di Surabaya, Selasa.
Herum mengatakan meningkatnya permintaan terhadap bahan pangan pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI serta Maulid Nabi Muhammad SAW mendorong kenaikan harga beberapa bahan pangan selama Agustus 2026 khususnya produk-produk hasil peternakan seperti daging ayam ras dan daging sapi.
Selain itu, pergerakan harga emas global yang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di pasar domestik sehingga kenaikan harga emas dunia berdampak pada meningkatnya harga emas perhiasan di tingkat konsumen turut memicu terjadinya inflasi.
Kemudian, pergantian tahun ajaran baru sering kali menjadi momen bagi penyelenggara jasa pendidikan untuk melakukan penyesuaian tarif/biaya pendidikan dan pada Agustus adalah periode dimulainya pendidikan ditingkat akademi/perguruan tinggi sekaligus memicu terciptanya inflasi.
Secara detil, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi secara bulanan yaitu daging ayam ras sebesar 0,28 persen; cabai rawit sebesar 0,04 persen; beras, udang basah, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02 persen; serta kacang panjang, ketimun, dan cumi-cumi masing-masing sebesar 0,01 persen.
"Untuk perguruan tinggi memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen," ujar Herum
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami deflasi sehingga menahan inflasi seperti bawang merah sebesar 0,06 persen; tomat dan bawang putih masing-masing sebesar 0,03 persen; angkutan udara 0,17 persen; serta bensin 0,44 persen.
Dengan terjadinya inflasi pada Agustus maka inflasi tahun ke tahun (yoy) Agustus 2026 terhadap Agustus 2025 tercatat sebesar 3,32 persen, sedangkan inflasi tahun kalender yaitu Agustus 2026 terhadap Desember 2025 yaitu 1,82 persen.
Dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur seluruhnya mengalami inflasi yaitu Banyuwangi 0,86 persen, Gresik, 0,66 persen, Bojonegoro 0,54 persen, Tulungagung 0,54 persen, Madiun 0,46 persen, Jember 0,46 persen, Probolinggo 0,44 persen, Kediri 0,43 persen, Malang 0,39 persen, dan Surabaya 0,09 persen.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.