BPS Manokwari: Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 terealisasi 44 persen - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga pertengahan Juli pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, telah mencapai 44 persen dari target sebanyak 63.162 unit usaha skala besar, menengah, hingga usaha kecil, termasuk rumah tangga.
Kepala BPS Manokwari Audhy Valentino di Manokwari, Kamis, mengatakan sensus yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus bertujuan memotret kondisi riil aktivitas usaha skala mikro hingga besar, persebaran, karakteristik, serta kondisi sosial keluarga.
"Sampai hari ini, capaian sensus di wilayah Manokwari sudah 44 persen dari target sasaran," ujar dia.
Valentino menyebut bahwa jumlah petugas yang disebar ke 14 distrik atau kecamatan di Kabupaten Manokwari untuk melakukan pendataan terhadap semua unit usaha maupun kondisi sosial keluarga dari rumah ke rumah (door to door) sebanyak 178 orang.
Ia mengatakan ratusan petugas tersebut telah mengikuti pelatihan teknis penggunaan aplikasi setelah dinyatakan lolos pada tahapan seleksi beberapa bulan lalu, sehingga seluruh data yang dihasilkan selama pelaksanaan sensus memenuhi standar, akurat, dan berkualitas.
"Kenapa keluarga juga masuk dalam sasaran pendataan? Karena ini berkaitan dengan pembaharuan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional)," ujar dia.
Menurut dia, pelaksanaan sensus di Manokwari menghadapi berbagai tantangan, seperti penolakan sekelompok warga yang enggan memberikan data kepada petugas, penghuni rumah sulit ditemui karena rutinitas pekerjaan, ketidaksesuaian lokasi usaha, dan lainnya.
Dinamika tersebut tidak terlepas dari minimnya pemahaman masyarakat tentang tujuan dan manfaat sensus, termasuk kekeliruan sejumlah pelaku usaha yang berpandangan bahwa pendataan melalui Sensus Ekonomi 2026 berkaitan dengan kewajiban perpajakan.
"Padahal, sebelum pelaksanaan, kami secara masif melakukan sosialisasi. Pemerintah daerah juga sudah keluarkan surat edaran untuk mendukung pelaksanaan sensus," katanya.
Selain Kabupaten Manokwari, ia mengatakan BPS Manokwari juga diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di dua daerah lainnya, yaitu Kabupaten Manokwari Selatan dengan target sasaran kurang lebih sebanyak 8.291 unit usaha maupun rumah tangga.
Kemudian, Kabupaten Pegunungan Arfak yang masuk kategori remote area atau daerah dengan tingkat kesulitan geografis tinggi, sehingga pelaksanaan sensus berlangsung selama satu bulan untuk menyasar 5.609 unit usaha maupun rumah tangga.
"Manokwari Selatan sudah 48 persen, kalau Pegunungan Arfak sudah 100 persen lebih. Kami berharap bisa melebihi target, bukan kurang dari target," kata Valentino.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.