peezycoineth.vip

BPS sebut ekspor Papua pada Juni 2026 naik 15,37 persen

2026-08-05 08:23

BPS sebut ekspor Papua pada Juni 2026 naik 15,37 persen

Rabu, 5 Agustus 2026 15:23 WIB

Image Print

Suasana Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat nilai ekspor Papua pada Juni 2026 mencapai 7,04 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau meningkat 15,37 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 6,10 juta dolar AS.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Papua Akhmad Jaelani di Jayapura, Rabu, mengatakan peningkatan ekspor tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja perdagangan luar negeri Papua pada Juni 2026, meskipun secara kumulatif semester pertama masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Nilai ekspor Papua pada Juni 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, sementara impor mengalami penurunan tipis sehingga neraca perdagangan tetap mencatatkan surplus," katanya.

Menurut Akhmad, ekspor Papua masih didominasi komoditas nonmigas yang mencapai 99,91 persen atau senilai 7,03 juta dolar AS. Sedangkan ekspor migas hanya berkontribusi 0,09 persen atau sebesar 6.450 dolar AS.

“Komoditas utama yang diekspor berasal dari kelompok kayu dan barang dari kayu (HS44) dengan nilai 6.423,07 ribu dolar AS, diikuti ikan, krustasea, dan moluska (HS03) sebesar 240,71 ribu dolar AS, serta komoditas nonmigas lainnya senilai 372,40 ribu dolar AS,” ujar dia.

Dia menjelaskan dan untuk Negara tujuan utama ekspor Papua yakni Australia dengan nilai 5.308,21 ribu dolar AS atau sekitar 75,37 persen dari total ekspor. Kemudian Selandia Baru sebesar 603,24 ribu dolar AS dan Papua Nugini sebesar 369,44 ribu dolar AS.

“Sedangkan dari sisi pelabuhan muat, hanya 5,25 persen ekspor Papua yang diberangkatkan langsung melalui pelabuhan di wilayah Papua, dengan Pelabuhan Jayapura menjadi penyumbang terbesar. Sementara 94,75 persen ekspor dimuat melalui pelabuhan di luar Papua, terutama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang melayani pengiriman komoditas kayu dan barang dari kayu,” katanya.

Dia menambahkan sementara itu nilai impor Papua pada Juni 2026 tercatat sebesar 317,46 ribu dolar AS atau turun 5,40 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 335,57 ribu dolar AS. Seluruh impor pada periode tersebut merupakan komoditas nonmigas yang didominasi barang lainnya, mesin dan perangkat mekanis, kopi, teh dan rempah-rempah, serta olahan dari tepung.

“Secara kumulatif selama Januari hingga Juni 2026, ekspor Papua mencapai 31.978,91 ribu dolar AS, sedangkan impor sebesar 2.410,81 ribu dolar AS, sehingga neraca perdagangan mencatat surplus 29.568,10 ribu dolar AS, meski nilainya lebih rendah dibandingkan periode 2025,” ujar dia.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026