BPS sebut kelompok transportasi sumbang 2,25 persen inflasi Papua Barat - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok transportasi memberikan andil sebesar 2,25 persen terhadap inflasi tahunan Provinsi Papua Barat pada periode Agustus 2026 yang mencapai 5,27 persen (year on year/yoy).
Kepala BPS Papua Barat Merry saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Selasa, mengatakan kenaikan harga komoditas angkutan udara dari kelompok transportasi menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi.
“Inflasi tahunan Papua Barat pada Agustus 2026 lebih rendah dibanding Juli 2026 yang tercatat 5,47 persen (yoy),” ujar Merry.
Selain itu, kata dia, kenaikan indeks harga dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau menempati urutan kedua penyumbang inflasi tahunan tertinggi di Papua Barat pada Agustus 2026 dengan andil 1,16 persen.
Kemudian disusul kelompok penyediaan makanan atau restoran, kelompok perawatan jasa pribadi, kelompok rekreasi dan budaya, kelompok perumahan dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok informasi dan jasa keuangan.
“Hanya kelompok pendidikan yang mengalami deflasi. Ada empat komoditas lainnya yang jadi penyumbang utama inflasi tahunan, yaitu bensin, beras, emas perhiasan, serta sigaret kretek mesin,” kata Merry.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), lanjut Merry, Papua Barat mengalami deflasi 1,19 persen yang dipengaruhi penurunan indeks harga dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil -0,97 persen.
Inflasi bulanan Papua Barat pada Agustus 2026 lebih tinggi dibanding periode Juli 2026 yang tercatat 0,20 persen (mtm), dan terdapat lima komoditas penyumbang utama deflasi yaitu, ikan tuna, angkutan udara, tomat, cabai rawit, serta bensin.
“Inflasi bulanan periode Agustus mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, maupun periode yang sama tahun 2025,” ujar Merry.
Ia melanjutkan, tingkat inflasi Papua Barat secara tahun kalender (year to date/y-to-d) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,16 persen. Capaian tersebut masih berada dalam kisaran target inflasi nasional yaitu 2,5 lebih kurang 1 persen.
“Dinamika harga angkutan udara memiliki peran signifikan dalam pembentukan inflasi Papua Barat, sehingga perlu selalu diwaspadai khususnya menjelang hari besar keagamaan,” ujar Merry.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.