BRI Peduli Genjot Usaha Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi hingga Pemasaran Kini Makin Berkembang
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:57 WIB
Malang, VIVA – BRI Peduli terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan kelompok usaha berbasis potensi lokal melalui Program Klaster Unggulan. Salah satu bentuk implementasinya dilakukan terhadap Kelompok Ternak Sumber Karanglo di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang mendapat pendampingan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, hingga memperluas akses pasar.
Baca Juga
Program ini menjadi langkah BRI Peduli untuk membantu pelaku usaha lokal mengatasi berbagai tantangan dalam menjalankan bisnis, sekaligus menciptakan usaha yang lebih berkelanjutan dan memiliki daya saing.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kelompok Ternak Sumber Karanglo sendiri berdiri sejak Oktober 2020 sebagai wadah bagi para peternak sapi perah di Karangploso untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Baca Juga
Produksi Susu Capai Lebih dari 400 Liter per Hari
Salah satu anggota kelompok, Rendy Hertanto, mengatakan usaha peternakan sapi perah menjadi sumber penghasilan utama bagi para anggota.
Baca Juga
Hingga kini, Kelompok Ternak Sumber Karanglo mengelola lebih dari 58 ekor sapi perah dengan produksi mencapai lebih dari 400 liter susu segar setiap hari.
Untuk menjaga kualitas hasil produksi, kelompok secara rutin melaksanakan bimbingan teknis kepada para peternak serta melakukan vaksinasi kesehatan ternak agar produktivitas sapi tetap terjaga.
Selain menjual susu segar sebagai komoditas utama, kelompok juga terus berupaya meningkatkan kualitas usaha agar mampu menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Hadapi Tantangan Produksi hingga Pemasaran
Meski menunjukkan perkembangan positif, perjalanan usaha para peternak tidak lepas dari berbagai kendala.
Rendy menjelaskan proses produksi yang masih dilakukan secara manual membuat kapasitas dan efisiensi kerja belum optimal. Di sisi lain, jangkauan pemasaran produk juga masih terbatas sehingga peluang penjualan belum dapat dimaksimalkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kelompok juga masih menghadapi tantangan dalam memenuhi berbagai persyaratan legalitas usaha dan produk. Keterbatasan modal pun menjadi hambatan dalam meningkatkan kapasitas produksi maupun memperluas pemasaran.
"Produksi masih manual sehingga kapasitas dan efisiensi produksi masih terbatas. Pasar masih terbatas sehingga jangkauan penjualan belum luas. Perizinan usaha dan produk masih dalam proses pemenuhan persyaratan. Keterbatasan modal juga menjadi tantangan dalam pengembangan produksi dan pemasaran," ujar Rendy.
Halaman Selanjutnya
Program Klaster Unggulan Bantu Tingkatkan Kapasitas Usaha