BTN bidik 1.500 pengajuan karya lewat Housingpreneur Batch 3
Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan 1.500 submission atau pengajuan karya dari mahasiswa, masyarakat umum, pengusaha, serta pengembang untuk menjawab berbagai tantangan di sektor perumahan melalui BTN Housingpreneur Batch 3.
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan BTN Housingpreneur menjadi ruang bagi generasi muda dan pelaku usaha untuk mengembangkan solusi perumahan dari sudut pandang yang lebih luas.
“Kami datang bukan untuk mengatakan bahwa BTN telah memiliki seluruh solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada generasi muda: solusi apa yang kalian punya? BTN Housingpreneur tidak hanya mencari entrepreneur yang sudah memiliki usaha, tetapi juga calon entrepreneur dan inovator yang mungkin hari ini baru mempunyai ide atau konsep,” kata Rully dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut Rully, perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan rumah, tetapi juga mencakup desain, arsitektur, konstruksi, material, teknologi, keberlanjutan, pembiayaan, hingga berbagai layanan di dalamnya.
Hal tersebut sejalan dengan transformasi BTN menuju Beyond Mortgage dan peran perseroan dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional.
“Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peserta perlu memulai bukan hanya dari pertanyaan ‘saya ingin membuat apa’, melainkan ‘masalah apa yang ingin saya selesaikan’,” kata Rully.
Mengusung tema “Elevate Beyond Your Limit”, BTN Housingpreneur Batch 3 berfokus pada tiga pilar yaitu sustainability, technology dan access.
Baca juga: BTN komitmen ikut tuntaskan Program Tiga Juta Rumah Presiden Prabowo
Baca juga: Sebanyak 100 orang di Banyuwangi ikuti akad massal KPR BTN
Peserta dibagi dalam dua kelompok utama, yakni business ideation bagi mahasiswa dan masyarakat umum serta established business bagi pengusaha dan pengembang.
Kelompok business ideation mencakup kategori Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation. Sementara established business meliputi Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.
Rully menegaskan BTN Housingpreneur tidak berhenti pada penentuan pemenang. Peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan dalam pengembangan model bisnis dan kemampuan presentasi, sebelum dipertemukan dengan unit bisnis BTN, pengembang, nasabah, dan mitra dalam proses business matching.
“Ini bukan hanya kompetisi ide. Ide yang terpilih akan mendapatkan coaching dan mentoring, kemudian dapat dipertemukan dengan kebutuhan bisnis yang ada. BTN juga dapat memberikan solusi pembiayaan agar inovasi tersebut berkembang menjadi usaha dan hadir di pasar,” kata Rully.
Pada Senin (28/9), BTN resmi membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dalam kegiatan kick-off di Universitas Indonesia (UI), Depok.
Selanjutnya, perseroan akan mengadakan rangkaian program dengan roadshow di beberapa kampus lain seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali.
Adapun pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dibuka mulai 28 September hingga 30 November 2026 dan tidak dipungut biaya. Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai persyaratan, kategori, dan mekanisme pendaftaran melalui www.btnhousingpreneur.com.
Baca juga: BTN cari inovasi sektor perumahan lewat Housingpreneur Batch 3
Baca juga: BTN: Penerbitan obligasi sosial "oversubscribe" 2,9 kali capai Rp2,9 T
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.