peezycoineth.vip

Bukan Cuma Mobil Listrik! Ini Kendaraan yang Masih Dapat 'Restu' Pemerintah

2026-07-24 07:00

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:00 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah terus mempercepat transformasi industri otomotif nasional melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) atau kendaraan bermotor roda empat emisi karbon rendah. Program ini menjadi salah satu strategi utama untuk mendorong investasi, memperkuat industri komponen lokal, sekaligus mempercepat transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga

Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, Patia Junjungan Monangdo, mengatakan program LCEV telah berkembang pesat sejak pertama kali dijalankan pada 2021. Jika awalnya hanya diikuti dua perusahaan perakitan dengan dukungan 142 perusahaan pemasok komponen lokal, kini jumlahnya meningkat menjadi 16 perusahaan perakitan yang didukung 322 pemasok nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Patia, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya mendorong penjualan kendaraan rendah emisi, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri otomotif di dalam negeri.

Baca Juga

"Program ini berhasil meningkatkan ekosistem manufaktur otomotif. Saat ini peserta program LCEV sudah berkembang menjadi 16 perusahaan industri perakitan dengan melibatkan 322 perusahaan pemasok nasional," ujarnya di Jakarta belum lama ini.

Ia menjelaskan, program LCEV tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik murni. Pemerintah memberikan ruang bagi berbagai teknologi yang dinilai mampu menekan emisi sekaligus sesuai dengan kesiapan industri nasional.

Baca Juga

Saat ini terdapat empat kategori teknologi yang masuk dalam program tersebut, yakni Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau yang lebih dikenal sebagai LCGC, kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV) atau mobil listrik berbasis baterai.

Keempat teknologi tersebut kini telah melahirkan 56 model dengan total 128 varian kendaraan yang terdaftar secara nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Patia menilai pendekatan tersebut menjadi langkah realistis dalam membangun ekosistem otomotif rendah emisi di Indonesia. Pasalnya, setiap teknologi memiliki peran berbeda dalam mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon, sekaligus memberi pilihan yang lebih luas kepada konsumen.

Selain memperbanyak pilihan kendaraan, pemerintah juga mencatat peningkatan investasi dari para peserta program LCEV. Hingga saat ini realisasi investasi telah mencapai lebih dari Rp5,5 triliun dari total komitmen investasi sebesar Rp21,2 triliun.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, kebijakan tersebut juga memberikan dampak terhadap industri komponen lokal. Pendalaman struktur industri membuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan elektrifikasi secara umum telah berada di kisaran 40 hingga 46 persen, bahkan salah satu model sudah mencapai TKDN sebesar 80 persen.