peezycoineth.vip

Bukan Jepang, Ini Negara dengan Umur Paling Panjang di Dunia

2026-07-22 06:35

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia

22 July 2026 13:35

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara dengan harapan hidup tertinggi didominasi Eropa.

Bayi yang lahir di Monaco pada 2026 diperkirakan memiliki harapan hidup rata-rata 86,7 tahun, tertinggi di dunia. Menariknya, posisi itu diproyeksikan tidak berubah hingga akhir abad ini.

Pada 2100, negara tersebut diperkirakan tetap menjadi negara dengan usia harapan hidup tertinggi, mendekati 95 tahun.

Kenaikan umur manusia memang diperkirakan terjadi hampir di seluruh dunia. Namun, negara-negara yang sudah lama dikenal memiliki kualitas hidup tinggi masih mendominasi, sementara hanya sedikit pendatang baru yang berhasil menembus kelompok teratas.

Proyeksi tersebut berasal dari World Population Prospects 2024 yang diterbitkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dihimpun kembali oleh Our World in Data. Berikut negara-negara dengan harapan hidup tertinggi pada 2026.

Eropa Masih Mendominasi

Dari 30 negara dengan harapan hidup tertinggi pada 2026, lebih dari dua pertiganya berasal dari Eropa. Kawasan ini juga memiliki median usia penduduk tertinggi di dunia, mencerminkan kombinasi sistem kesehatan yang matang, angka kematian yang rendah, serta kualitas hidup yang relatif tinggi.

Monaco memimpin daftar dengan harapan hidup 86,7 tahun, disusul San Marino (86,0 tahun) dan Jepang (85,1 tahun). Korea Selatan dan Andorra melengkapi lima besar.

Di luar Eropa, hanya segelintir negara yang konsisten berada di papan atas, yakni Jepang, Korea Selatan, Singapura, Australia, dan Kanada. Konsentrasi tersebut menunjukkan bahwa usia harapan hidup tertinggi masih terkumpul di kawasan yang sama, bukan tersebar merata di seluruh dunia.

Puncaknya Nyaris Tak Berubah

Proyeksi hingga 2100 menunjukkan perubahan yang relatif kecil di kelompok teratas. Monaco diperkirakan tetap mempertahankan posisi pertama dengan harapan hidup mencapai 94,7 tahun.

Perubahan terbesar hanya terjadi pada urutan teratas. Jepang diproyeksikan naik ke posisi kedua dengan 94,4 tahun dan menyalip San Marino yang turun ke peringkat ketiga meski memiliki angka harapan hidup yang sama.

Di sisi lain, hanya beberapa nama baru yang berhasil masuk 30 besar. Maladewa diproyeksikan menembus peringkat ke-20, sementara Chile dan Kosta Rika masuk di posisi ke-29 dan ke-30. Selebihnya, daftar tersebut masih didominasi negara-negara yang sejak awal memang memiliki tingkat harapan hidup tinggi.

Menurut proyeksi PBB, gambaran tersebut menunjukkan bahwa peningkatan umur manusia memang terjadi hampir di semua negara, tetapi perubahan peringkat berlangsung jauh lebih lambat. Negara yang sudah unggul saat ini diperkirakan tetap berada di kelompok terdepan hingga penghujung abad.

Hidup Lebih Lama, Belum Tentu Naik Peringkat

(Sisipkan Visual Kecil - United States: Rank 45 (2026) → Rank 48 (2100), Life Expectancy + hampir 10 tahun)

Amerika Serikat menjadi contoh bahwa kenaikan harapan hidup tidak selalu diikuti perbaikan posisi dalam peringkat global. Pada 2026, negara tersebut berada di peringkat ke-45. Menjelang akhir abad, posisinya justru diproyeksikan turun ke urutan ke-48.

Padahal, umur harapan hidup warga Amerika diperkirakan tetap meningkat hampir 10 tahun dibanding saat ini. Artinya, penurunan peringkat bukan terjadi karena masyarakat hidup lebih singkat, melainkan karena negara lain diproyeksikan mencatat peningkatan yang lebih cepat.

Ini menunjukkan bahwa persaingan dalam meningkatkan kualitas kesehatan penduduk tidak lagi sekadar soal memperpanjang usia. Negara yang mampu memperbaiki layanan kesehatan, menekan angka kematian dini, dan menjaga kualitas hidup secara konsisten berpeluang naik lebih cepat dibanding negara yang pertumbuhannya mulai melambat.

(mae/mae)

Add

as a preferred
source on Google