peezycoineth.vip

Bukan Mesin, Ini Musuh Terbesar Truk Menurut Isuzu

2026-07-30 01:38

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:38 WIB

Tangerang Selatan, VIVA– Kerusakan mesin selama ini sering dianggap sebagai ancaman terbesar bagi kendaraan niaga. Namun, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) justru melihat persoalan lain yang dampaknya jauh lebih besar terhadap bisnis pelanggan, yakni kendaraan yang terlalu lama berhenti beroperasi.

Baca Juga

Bagi pelaku usaha, setiap menit truk atau kendaraan komersial tidak bergerak berarti potensi pendapatan ikut menguap. Berbeda dengan mobil penumpang yang masih memiliki alternatif transportasi, kendaraan niaga merupakan aset produktif yang menjadi tulang punggung operasional perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Truk dan kendaraan niaga merupakan aset produktif yang menopang kegiatan bisnis pelanggan, makanya uptime menjadi sesuatu yang penting," ujar Direktur Solusi Bisnis dan LCV Bisnis PT IAMI Anjar Rosjadi di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Baca Juga

Karena itu, Isuzu mengubah fokus layanan purna jualnya. Jika sebelumnya layanan aftersales identik dengan perbaikan kendaraan yang rusak, kini perusahaan lebih menitikberatkan pada upaya menjaga agar kendaraan pelanggan tetap beroperasi semaksimal mungkin atau memiliki tingkat uptime yang tinggi.

Menurut Anjar, ketika sebuah kendaraan berhenti beroperasi, bukan hanya aktivitas distribusi yang terganggu, tetapi juga produktivitas dan arus pendapatan perusahaan pelanggan.

Baca Juga

"Fokus kami bukan hanya menjual kendaraan, tetapi memastikan bisnis pelanggan tetap beroperasi. Karena ketika kendaraan berhenti, bisnis pelanggan juga ikut terganggu," katanya.

Strategi tersebut dijalankan melalui penguatan jaringan layanan purna jual di berbagai daerah. Hingga saat ini Isuzu memiliki 129 outlet 3S yang melayani penjualan, servis, dan suku cadang. Selain itu tersedia empat Part Depot yang berada di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak.

Di sisi layanan lapangan, Isuzu juga mengoperasikan 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), didukung 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI), serta lebih dari 2.100 Part Shop yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun ini perusahaan bahkan menambah 22 unit Bengkel Isuzu Berjalan dengan nilai investasi sekitar Rp8 miliar. Setiap unit membutuhkan investasi sekitar Rp400 juta dan dirancang untuk memberikan layanan langsung ke lokasi kendaraan pelanggan.

Anjar mengatakan, layanan jemput bola tersebut menjadi salah satu pembeda Isuzu dibandingkan para kompetitornya. Melalui BIB, teknisi dapat melakukan perawatan maupun perbaikan di lokasi armada sehingga kendaraan tidak harus selalu dibawa ke bengkel.

Halaman Selanjutnya

Selain mempercepat proses perbaikan, pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi waktu tunggu kendaraan dan membantu operasional pelanggan tetap berjalan.