peezycoineth.vip

Bulan UMKM Nasional, KiriminAja dorong kanal penjualan mandiri

2026-08-16 12:58

Bulan UMKM Nasional, KiriminAja dorong kanal penjualan mandiri

Minggu, 16 Agustus 2026 19:58 WIB

Image Print

Pada Bulan UMKM Nasional, KiriminAja mendorong para pelaku usaha tidak hanya mengandalkan marketplace, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis melalui kanal penjualan mandiri. ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Pada Bulan UMKM Nasional, KiriminAja mendorong para pelaku usaha tidak hanya mengandalkan marketplace, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis melalui kanal penjualan mandiri untuk merespons interaksi digital konsumen yang semakin beragam.

Langkah ini menjadi sangat relevan seiring dengan pergeseran perilaku belanja masyarakat yang kini semakin dinamis berinteraksi melalui WhatsApp, media sosial, website, hingga komunitas online, hingga berbagai kanal digital lainnya.

Perubahan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun hubungan yang lebih langsung dengan pelanggan, meski di sisi lain semakin banyaknya kanal penjualan juga membuat proses operasional menjadi lebih kompleks, khususnya bagi UMKM yang masih mengelola pesanan, pembayaran, pengiriman, hingga komunikasi pascatransaksi secara manual.

Bagi banyak seller, tantangan saat ini bukan hanya bagaimana mendapatkan pelanggan baru, tetapi juga bagaimana menjaga pelanggan yang sudah pernah bertransaksi agar kembali melakukan pembelian.

Tanpa pengelolaan yang terstruktur, data pelanggan dapat tersebar di berbagai kanal, sementara aktivitas follow-up, promosi, maupun pengingat pembelian ulang berpotensi tidak dilakukan secara konsisten.

CEO KiriminAja Fariz GTJ menilai kondisi tersebut menunjukkan digitalisasi UMKM tidak cukup hanya dengan hadir di banyak platform, tetapi pelaku usaha juga membutuhkan kemampuan untuk mengelola perjalanan pelanggan secara lebih utuh, mulai dari saat konsumen menemukan produk, melakukan transaksi, menerima pesanan, hingga kembali melakukan pembelian.

Marketplace tetap menjadi salah satu kanal penting bagi banyak pelaku usaha. Namun, seiring perilaku belanja pelanggan yang semakin beragam, seller juga membutuhkan kemampuan untuk membangun hubungan langsung dan mengelola penjualan dari kanal miliknya sendiri. KiriminAja hadir untuk membantu proses tersebut berjalan lebih mudah, mulai dari checkout, pengelolaan pelanggan, hingga pengiriman,” ujarnya.

Baca juga: Danantara tegaskan peran BUMN bagi ekosistem perdagangan nasional

Konsep penjualan mandiri tersebut, lanjutnya, bukan berarti pelaku usaha harus meninggalkan marketplace, melainkan kanal mandiri dapat digunakan sebagai pelengkap agar seller memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam menjangkau pelanggan sekaligus membangun basis konsumen yang dapat dikelola untuk pertumbuhan jangka panjang.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KiriminAja mengembangkan ekosistem terpadu yang menghubungkan proses transaksi, pengelolaan pelanggan, dan fulfillment, salah satunya melalui Checkout Link, yang memungkinkan seller mengarahkan calon pelanggan dari WhatsApp, Instagram, TikTok, maupun kanal digital lainnya menuju proses pemesanan yang lebih terstruktur tanpa harus membangun website yang kompleks.

Menurut Fariz dengan pendekatan tersebut, dapat mengarahkan traffic dari media sosial maupun percakapan pelanggan menjadi transaksi yang lebih mudah dikelola, sekaligus bagi seller, hal ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada pencatatan pesanan secara manual yang semakin sulit dilakukan ketika volume transaksi mulai bertambah.

Ia menegaskan transaksi pertama, bukanlah akhir dari perjalanan pelanggan, sehingga KiriminAja menghadirkan Repeat Order Management System (ROMS) untuk membantu seller mengelola komunikasi pascabayar, pengingat pembelian ulang, dan menyampaikan informasi promosi melalui WhatsApp secara terstruktur.

“Pertumbuhan bisnis tidak hanya bergantung pada seberapa banyak pelanggan baru yang datang, tetapi juga bagaimana pelaku usaha menjaga pelanggan yang sudah pernah bertransaksi. Melalui ROMS, kami membantu seller menjalankan reminder, promosi, dan komunikasi pelanggan secara lebih terstruktur agar repeat order dapat dikelola tanpa menambah beban kerja manual,” ujar Muhammad Army, Head of Product KiriminAja.

Baca juga: Kemendag perluas akses UMKM ke ritel modern

Army menilai pola pembelian ulang menjadi semakin relevan di tengah tingginya biaya akuisisi pelanggan baru, sehingga pengelolaan pelanggan yang baik memberi kesempatan bagi seller untuk membangun hubungan panjang pascatransaksi.

Selain proses transaksi dan retensi pelanggan, pengalaman berbelanja juga sangat dipengaruhi oleh proses setelah checkout, seperti keterpantauan pengiriman, fleksibilitas metode pembayaran, serta penanganan ketika paket mengalami kendala menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

KiriminAja juga menghubungkan kanal penjualan mandiri tersebut dengan layanan fulfillment dan logistik terpadu, sehingga seller dapat mengakses berbagai pilihan ekspedisi, mengelola pengiriman COD maupun non-COD, melakukan pelacakan paket, hingga menangani kebutuhan retur baik melalui ekosistem KiriminAja maupun integrasi melalui API maupun plugin untuk website e-commerce milik sendiri.

Pendekatan tersebut memungkinkan pelaku usaha menggunakan ekosistem KiriminAja secara bertahap, mulai dari transaksi sederhana hingga mengembangkan pengelolaan pelanggan, pengiriman, hingga integrasi sistem seiring pertumbuhan bisnisnya.

Bagi KiriminAja, semangat Bulan UMKM Nasional juga menjadi pengingat transformasi digital seharusnya membantu pelaku usaha bekerja lebih efektif, bukan justru menambah kompleksitas operasional, sehingga teknologi dapat memberikan ruang bagi seller lebih fokus pada pengembangan produk, pemasaran, pelayanan pelanggan, serta strategi pertumbuhan bisnis.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026