peezycoineth.vip

Bulog Belitung catat penyaluran beras SPHP capai 2.435 ton - ANTARA News Bangka Belitung

2026-08-28 08:24

Tanjungpandan, Babel (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Belitung, Provinsi Bangka Belitung, mencatat total penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pulau Belitung mencapai 2.435 ton sepanjang periode 1 Januari hingga 26 Agustus 2026.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Belitung Syahrianza Rahman di Tanjungpandan, Babel, Jumat mengatakan realisasi penyaluran tersebut terbagi untuk dua kabupaten yakni Kabupaten Belitung sebanyak 2.056.840 kilogram dan Kabupaten Belitung Timur sebanyak 378.920 kilogram.

‎"Manfaat utama dari keberadaan beras SPHP ini adalah menyediakan beras berkualitas bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan harga eceran Tertinggi (HET) sekaligus menjaga daya beli," katanya.

Ia menjelaskan penyaluran program SPHP dari Perum Bulog tersebut dirancang untuk memberikan dampak positif langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Disampaikan, adapun manfaat utama program beras SPHP adalah menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di daerah, menekan angka inflasi dengan mencegah gejolak lonjakan harga beras di pasaran, serta memberikan harga yang ramah di kantong bagi konsumen maupun pedagang kecil.

Selain itu, penyaluran SPHP juga bertujuan untuk menjamin ketersediaan stok beras agar senantiasa hadir di pasar-pasar tradisional hingga ritel modern.

‎Syahrianza menambahkan beras SPHP tersebut disalurkan di sejumlah penjual seperti pengecer, pasar, kios pangan, gerai BUMN, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), ritel modern dan Rumah Pangan Kita (RPK).

‎"SPHP juga terus kami hadirkan di setiap kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Pasar Tani yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung agar masyarakat semakin mudah menjangkau dan memperoleh beras SPHP," ujar Syahrianza.

Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.