peezycoineth.vip

Bulog Jatim sewa 269 gudang tambahan perkuat cadangan pangan

2026-08-10 13:56
Kalau gudang yang bisa disewa pasti akan kita sewa apabila memang sudah diperlukan

Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Perum Bulog memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan di Jawa Timur dengan menyewa 269 gudang tambahan, termasuk sub-gudang di Desa Wonoanti, Kabupaten Trenggalek, untuk memperluas jangkauan jaringan logistik pangan.

Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho, Senin, mengatakan, penambahan gudang dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan penyimpanan dengan besarnya hasil penyerapan gabah dan beras dari petani.

"Gudang Bulog sendiri ada 352, ditambah sekarang kita sudah sewa 269 unit gudang. Jadi kita hampir dua juta ton sanggup untuk stok yang kita kuasai," kata Langgeng saat peresmian sub-gudang Bulog di Wonoanti, Trenggalek.

Menurut dia, kapasitas penyimpanan tersebut masih dapat bertambah apabila kebutuhan meningkat, terutama setelah memasuki periode panen berikutnya. Bulog akan kembali menyewa gudang di lokasi yang dinilai strategis sesuai volume hasil panen yang diserap.

"Kalau nanti panen yang kedua bagus, kita pasti akan menyewa lagi kalau memang dibutuhkan," ujarnya.

Langgeng menegaskan penyebaran gudang menjadi bagian penting dalam penguatan jaringan logistik Bulog karena cadangan pangan tidak hanya membutuhkan kapasitas penyimpanan besar, tetapi juga harus berada dekat dengan sentra produksi dan wilayah distribusi.

Keberadaan sub-gudang di Wonoanti menjadi salah satu titik penguatan jaringan tersebut, khususnya untuk menjangkau wilayah selatan Jawa Timur. Pengisian gudang juga melibatkan mitra penggilingan lokal sehingga proses penyerapan hasil panen dapat dilakukan lebih dekat dengan petani.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kedua kanan) didampingi Kepala Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu (kedua kiri) menyaksikan pembongkaran perdana beras hasil serapan petani di sub-gudang Bulog Desa Wonoanti, Trenggalek, Jawa Timur, Senin (10/8/2026). Pembukaan sub-gudang tersebut memperkuat jaringan logistik cadangan pangan Bulog di Jawa Timur yang hingga semester pertama 2026 telah menyerap 927 ribu ton gabah, melampaui target 883 ribu ton, guna menjaga ketersediaan beras menghadapi musim kemarau dan potensi El Niño kuat. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan penambahan sarana penyimpanan diperlukan untuk memastikan cadangan pangan tetap tersedia di tengah potensi kemarau panjang.

"Trenggalek ini daerah yang juga harus bisa terjangkau. Dia kabupaten yang berlokasi di selatan dan di sini ada gudang yang dikerjasamakan," kata Emil.

Menurut Emil, pemerataan jaringan gudang penting karena cadangan pangan Jawa Timur merupakan salah satu penopang cadangan beras nasional. Dengan jaringan penyimpanan yang tersebar, distribusi beras dari wilayah surplus ke daerah yang membutuhkan dapat dilakukan lebih efisien.

Emil menyebut stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Jawa Timur sekitar 1,3 juta ton atau sekitar seperempat dari total cadangan beras nasional yang telah menembus lebih dari lima juta ton.

Selain memperkuat kapasitas penyimpanan melalui sewa gudang, Bulog juga menyiapkan pembangunan gudang baru. Dari rencana pembangunan 100 gudang Bulog secara nasional, empat di antaranya akan dibangun di Jawa Timur, yakni di Bojonegoro, Sampang, Jember, dan Banyuwangi.

Langgeng mengatakan pembangunan gudang tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas jangka panjang. Namun, penambahan gudang melalui skema sewa tetap dilakukan secara fleksibel mengikuti kebutuhan penyerapan.

"Kalau gudang yang bisa disewa pasti akan kita sewa apabila memang sudah diperlukan," katanya.

Penguatan kapasitas gudang tersebut berjalan seiring dengan tingginya penyerapan hasil panen petani. Hingga 9 Agustus 2026, Bulog Jawa Timur telah menyerap 927 ribu ton gabah dan beras dari target 883 ribu ton.

Capaian tersebut telah melampaui target penyerapan semester pertama, namun Bulog memastikan penyerapan tetap dilanjutkan untuk menghadapi produksi panen berikutnya.

Langgeng mengatakan capaian tersebut didukung pemerintah daerah, TNI dan Polri serta semakin terbentuknya ekosistem penyerapan gabah yang membuat petani lebih memahami mekanisme pembelian Bulog.

Emil menilai penguatan cadangan pangan menjadi semakin penting karena Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau dan terdapat potensi El Niño yang dapat meningkatkan risiko kekeringan serta mengganggu produksi pertanian.

Menurutnya, cadangan beras yang memadai menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mengendalikan inflasi apabila produksi pangan terdampak kondisi cuaca.

Di sisi lain, Emil meminta perkembangan harga beras di tingkat konsumen tetap dipantau seiring meningkatnya harga gabah yang di sejumlah wilayah telah mencapai lebih dari Rp8.000 per kilogram.

"Kita tentu ingin petani sejahtera, tetapi harga di tingkat konsumen juga harus dipantau agar jangan sampai terjadi inflasi yang memberatkan rumah tangga," katanya.

Dengan penguatan kapasitas gudang, peningkatan penyerapan hasil panen, serta pemerataan titik penyimpanan, Bulog Jawa Timur menyiapkan cadangan pangan yang lebih tersebar untuk menjaga kesinambungan pasokan beras di tengah ancaman kemarau dan potensi gangguan produksi.

Baca juga: Realisasi serapan gabah Bulog Jatim 787.800 ton

Baca juga: Bulog Madiun siap serap jagung petani jaga kestabilan harga dan stok

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.