Bulog Natuna datangkan 96.252 liter minyak goreng untuk masyarakat perbatasan
Bulog Natuna datangkan 96.252 liter minyak goreng untuk masyarakat perbatasan
Selasa, 15 September 2026 17:21 WIB
MinyaKita. ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mendatangkan 96.252 liter minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di daerah perbatasan tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, saat dikonfirmasi dari Batam, Selasa, mengatakan tambahan pasokan tersebut diperkirakan tiba di Natuna pada 17 September 2026.
Pengiriman dilakukan langsung dari Jakarta menggunakan transportasi laut. Merek minyak goreng tersebut yakni MinyaKita.
"Selama ini kita ambil dari Tanjungpinang, itu pun kalau ada lebih. Sekarang sudah langsung dari Jakarta," ucapnya.
Penambahan pasokan dilakukan dengan mempertimbangkan masih terbatasnya stok minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET), sehingga membuat harga komoditas tersebut tinggi di sejumlah tempat di Kabupaten Natuna.
Dengan tambahan 96.252 liter tersebut, kata dia, stok minyak goreng diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Natuna selama sekitar dua bulan.
Bulog saat ini, lanjut dia, tengah menyiapkan mekanisme pendistribusian melalui pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) dan pasar di luar SP2KP.
"Selain itu, MinyaKita juga direncanakan disalurkan melalui jaringan mitra Bulog, yakni Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Kabupaten Natuna, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)," ujar dia.
Ia menjelaskan, minyak akan didapat oleh masyarakat dengan harga paling tinggi Rp15.700 per liter. Menurut dia, merek serupa saat ini juga beredar di Natuna, akan tetapi bukan dari Perum Bulog melainkan dari pedagang lain. Minyak yang beredar harganya mencapai di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp17.500.
"Minyak dari Perum Bulog tidak boleh dijual dengan harga di atas HET," katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.