peezycoineth.vip

BUMDesa Tapin sumbang Rp581,54 juta untuk PADes - ANTARA News Kalimantan Selatan

2026-09-21 15:45

Rantau (ANTARA) - Sebanyak 86 Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, tercatat menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan total Rp581,54 juta dari kegiatan usaha yang dikembangkan di masing-masing desa.

Kepala Bidang Pembangunan, Pengembangan Usaha Perekonomian Desa Dinas PMD Tapin Iwan Satriansyah mengatakan, capaian tersebut menunjukkan BUMDesa mulai memberikan hasil ekonomi bagi desa, bukan hanya menjadi lembaga pengelola penyertaan modal.

"Yang penting bukan hanya BUMDesa berdiri, tetapi bagaimana usaha yang dijalankan bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi desa dan masyarakat," ujar Iwan di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.

Baca juga: BUMDes Munggu Talu setorkan Rp35 juta untuk pendapatan desa

Data rekapitulasi DPMD Kabupaten Tapin pada 2024 mencatat, kata dia, 98 BUMDesa aktif dari total 126 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 86 BUMDesa aktif pada 2023 telah menghasilkan PADes.

Ia menyebutkan, jenis usaha yang dikembangkan cukup beragam, mulai dari penyediaan air bersih, perdagangan besi bekas, katering bagi perusahaan hingga pengembangan agrowisata, sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.

"Salah satu BUMDesa yang tercatat menghasilkan PADes ialah Mitra Hidayah Mandiri Desa Bitahan Baru, Kecamatan Lokpaikat, dengan laba yang disetorkan ke desa sebesar Rp45,7 juta pada 2021," katanya.

Menurut Iwan, sejumlah BUMDesa juga mampu mengembangkan usaha tanpa selalu mengandalkan penyertaan modal desa dengan memanfaatkan aset, potensi lokal dan peluang kerja sama dengan pihak lain.

Baca juga: Dinas PMD Tapin catat 87 BUMDes sudah hasilkan PADes

"Pola tersebut antara lain diterapkan BUMDesa Mandiri Sejahtera Desa Kakaran, Kecamatan Tapin Utara, yang menjalin kerja sama dengan RSUD Datu Sanggul sebagai penyedia bahan makanan untuk kebutuhan rumah sakit," tambahnya.

Ia menjelaskan, kemitraan menjadi salah satu cara BUMDesa memperluas pasar sekaligus meningkatkan perputaran usaha, sehingga keuntungan yang diperoleh dapat kembali memberikan manfaat bagi desa dan masyarakat.

"Keberlanjutan usaha menjadi tantangan penting karena BUMDesa perlu memiliki kemampuan mengelola bisnis, mengembangkan produk serta menyesuaikan usaha dengan kebutuhan pasar," ungkapnya.

Baca juga: Dinas PMD Tapin dorong Bumdes Buni'in Jaya berbisnis kopi

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.