Bupati Banyuwangi dorong HIPMI jadi motor penggerak ekonomi daerah - ANTARA News Jawa Timur
Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendorong pengusaha muda yang tergabung dalam Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi, Jawa Timur, untuk terus berinovasi dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
"Anak muda merupakan motor penggerak perekonomian daerah, oleh karena itu HIPMI harus menjadi lokomotif lahirnya inovasi, lapangan kerja dan kemandirian ekonomi daerah. Hadapilah tantangan ke depan dengan data, jejaring, inovasi, disiplin dan keberanian mengambil keputusan," kata dia di Banyuwangi, Jumat.
Bupati Ipuk juga menyampaikan kondisi ekonomi global akibat geopolitik, volatilitas pasar dan gangguan rantai pasok.
Meski demikian, lanjut dia, Banyuwangi mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur (5,33 persen) maupun nasional (5,11 persen).
Menurut dia, angka kemiskinan pun turun dari 6,54 persen menjadi 6,13 persen, dan bahkan pada Mei 2026 Banyuwangi berhasil mencatat inflasi terendah di Jawa Timur dengan angka 1,00 persen.
"Nilai inflasi ini bukan sekadar statistik, tetapi bukti nyata bahwa harga kebutuhan pokok masyarakat Banyuwangi masih terjaga, dan ini menunjukkan ketahanan ekonomi di Banyuwangi cukup kuat. Ini menjadi modal bagi kami untuk terus berkolaborasi mendorong perekonomian daerah," kata Bupati Ipuk.
HIPMI Banyuwangi, kata dia, diharapkan ke depan lebih banyak pengusaha muda yang adaptif, kreatif dan berdaya saing, sehingga mampu membawa Banyuwangi tumbuh lebih kuat di tengah tantangan global.
Selain itu, Ipuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda baru melalui program inkubasi dan mentoring, memperkuat kemandirian ekonomi lokal dengan merangkul UMKM, petani, dan nelayan.
"Kami juga mendorong inovasi, digitalisasi, dan efisiensi usaha hingga wirausaha sosial yang berakhlak dan berdampak bagi masyarakat," kata Ipuk.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.