Bupati Kapuas minta pemerataan distribusi alsintan percepat cetak sawah
Bupati Kapuas minta pemerataan distribusi alsintan percepat cetak sawah
Senin, 21 September 2026 12:39 WIB
Bupati Kapuas Wiyatno memimpin rapat koordinasi evaluasi dan percepatan pelaksanaan konstruksi cetak sawah tahun 2026, Kuala Kapuas, Minggu (20/9/2026). (ANTARA/HO-Diskominfosantik Kapuas)
Kuala Kapuas (ANTARA) - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Wiyatno meminta distribusi 100 unit hand traktor atau traktor tangan dilakukan secara merata dengan memperhatikan kebutuhan wilayah, terutama kecamatan dan desa yang menjadi sentra pertanian.
“Saya minta distribusi alsintan dilakukan secara merata sesuai kebutuhan. Jangan sampai bertumpuk di satu wilayah, sementara wilayah lain yang membutuhkan tidak mendapat bagian. Pastikan alat ini digunakan untuk mendukung pengolahan lahan dan percepatan cetak sawah,” kata bupati di Kuala Kapuas, Minggu.
Hal itu dia sampaikan saat memimpin rapat koordinasi evaluasi dan percepatan pelaksanaan konstruksi cetak sawah tahun 2026.
Wiyatno menekankan agar dukungan sarana pertanian khususnya alat dan mesin pertanian (alsintan) dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pengolahan lahan dan percepatan cetak sawah.
Ia juga menegaskan agar bantuan alsintan digunakan sesuai peruntukannya dan tidak dialihfungsikan untuk kegiatan di luar sektor pertanian.
“Alsintan yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian. Jangan dialihfungsikan atau hanya disimpan, karena tujuan bantuan ini adalah membantu petani dan mempercepat pengolahan lahan,” tegasnya.
Baca juga: Pemkab Kapuas dan Kemensos salurkan bantuan Atensi Rp582,7 Juta
Terkait biaya operasional pengolahan lahan, ia meminta kelompok tani menyepakati tarif secara wajar dengan memperhitungkan kebutuhan operator, BBM dan perawatan alat. Kesepakatan tersebut diharap tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.
Selain itu, Wiyatno juga meminta para camat menyusun proposal yang memuat berbagai kebutuhan pendukung pelaksanaan konstruksi cetak sawah di wilayah masing-masing. Proposal tersebut diharap menggambarkan kondisi serta kebutuhan riil di lapangan sehingga menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut bersama.
“Para camat saya minta segera menyusun proposal terkait kebutuhan pelaksanaan konstruksi cetak sawah di wilayah masing-masing. Sampaikan apa saja yang diperlukan di lapangan, sehingga kebutuhan tersebut dapat kita inventarisasi dan dikoordinasikan untuk mendukung percepatan pelaksanaan,” ujarnya.
Kemudian, para camat diminta aktif melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan alsintan di wilayah masing-masing serta terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kapuas.
“Camat harus aktif memantau penggunaan alsintan di lapangan. Jika ditemukan kendala atau penggunaan yang tidak sesuai, segera koordinasikan dengan Dinas Pertanian untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Melalui rakor tersebut, Pemkab Kapuas mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, perangkat daerah teknis dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan pelaksanaan konstruksi cetak sawah Tahun 2026 berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat petani.
Baca juga: Pelajar asal Kapuas berhasil juara 1 Nasional Pelopor Keselamatan LLAJ
Baca juga: Pemkab Kapuas latih 156 ASN manajemen dasar kebencanaan
Baca juga: Mekanisme santunan korban kebakaran di Kapuas dipelajari Pemkab Katingan
Pewarta : All Ikhwan
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.