peezycoineth.vip

Bupati Mimika: Warga jangan bakar sampah sembarangan - ANTARA News Papua Tengah

2026-08-24 15:03

Timika (ANTARA) - Bupati Mimika Johannes Rettob meminta seluruh warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, agar tidak membakar sampah sembarangan dan menghemat penggunaan air guna mengantisipasi kemarau panjang akibat fenomena El Nino di wilayah itu.

Johannes Rettob di Timika, Senin, mengatakan situasi kemarau panjang menyebabkan terjadinya kekeringan ini juga terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia sehingga perlu partisipasi warga untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran.

"Di Mimika ini terdapat beberapa titik panas yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, saya meminta masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa di Provinsi Papua Tengah saat ini telah terjadi beberapa peristiwa kebakaran akibat dari kemarau yang panjang. Dua kabupaten di Papua Tengah saat ini sedang terjadi kebakaran adalah Kabupaten Puncak dan Kabupaten Nabire.

"Jadi, kalau kita lihat asap saat ini di Mimika karena kebakaran hutan tolong dipublikasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat juga tahu hal ini," ujarnya

Ia juga meminta para kepala distrik/aamat yang ada di wilayah Mimika agar segera mengeluarkan surat dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan.

"Mari kita jaga sama-sama. Angin saat ini masih bertiup cukup kencang sehingga perhatikan hal ini dengan baik. Kalau ada yang membuka perkebunan jangan sampai mereka membakar, kepala distrik segera buat surat untuk hal ini," ujarnya.

Selain meminta warga tidak membakar sampah sembarangan, ia juga mengimbau warga agar mulai hemat dalam penggunaan air karena saat ini beberapa sumur yang ada di daerah ini sudah mulai mengalami kekeringan akibat kemarau panjang ini.

"Beberapa sumur di beberapa titik dan lima distrik di kota ini sudah mulai kering. Kita hemat air karena situasi kemarau ini panjang, BMKG memperkirakan sampai dengan April 2027," ujarnya.

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.