peezycoineth.vip

Buru Pemimpin Kartel Narkoba Meksiko, AS Siapkan Hadiah Rp 448 Miliar

2026-08-07 02:00

Liputan6.com, Washington, DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (5/8/2026) menawarkan hadiah sebesar US$ 25 juta atau sekitar Rp 448 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Juan Carlos Gonzalez alias "Pelon". 

Nilai hadiah tersebut naik dari sebelumnya US$ 5 juta. Pemerintahan Presiden Donald Trump menawarkan hadiah dengan total US$ 100 juta untuk informasi mengenai sejumlah pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG).

AS juga membatasi pemberian visa kepada anggota keluarga dan rekan bisnis para anggota kartel narkoba tersebut.

Para pejabat AS mengatakan pemberian hadiah itu, bersama dakwaan yang baru dibuka terhadap lima petinggi CJNG lainnya, bertujuan melemahkan jajaran kepemimpinan organisasi tersebut. 

"Organisasi-organisasi canggih ini menggunakan kekerasan dan ketakutan untuk mempertahankan kendali atas masuknya narkotika mematikan ke AS, termasuk fentanil, kokain, metamfetamin, dan berbagai narkoba ilegal lainnya. Tindakan mereka menyebarkan kekerasan dan kematian di masyarakat kami," kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche kepada wartawan di Washington seperti dilaporkan PBS.

CJNG merupakan satu dari delapan kartel Meksiko yang telah ditetapkan AS sebagai organisasi teroris asing. Kelompok itu mengalami pukulan pada Februari ketika pemimpinnya, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias "El Mencho", tewas dalam operasi militer Meksiko.

AS memberikan informasi intelijen untuk operasi tersebut. Kematian El Mencho kemudian diikuti gelombang kekerasan di Negara Bagian Jalisco.

Gonzalez merupakan anak tiri Oseguera Cervantes dan memiliki kewarganegaraan Meksiko serta AS. Ia dilaporkan telah mengambil alih kendali CJNG, kartel yang menjalankan berbagai kegiatan mulai dari produksi alpukat hingga penyelundupan narkoba.

Langkah terbaru AS itu diumumkan beberapa pekan setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap 50 orang dan perusahaan yang terkait dengan CJNG, termasuk Gonzalez. Sanksi tersebut membekukan aset mereka dan melarang transaksi keuangan di AS dengan pihak-pihak yang dikenai sanksi.

CJNG dianggap sebagai kartel terbesar di Meksiko dan memiliki jaringan di 21 dari 32 negara bagian di negara tersebut. Operasinya juga telah meluas ke sejumlah negara lain, termasuk AS.

Pemerintahan Trump meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum agar mengambil tindakan lebih keras terhadap kartel-kartel narkoba. Trump bahkan mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap kelompok-kelompok tersebut.

Di antara mereka yang didakwa dalam perkara yang baru dibuka ke publik adalah mantan menantu Oseguera Cervantes, Julio Alberto Castillo Rodriguez, serta Hugo Gonzalo Mendoza Gaytan, yang disebut pihak berwenang sebagai anak baptis mantan pemimpin CJNG tersebut.

Para terdakwa menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba dan pelanggaran senjata api.

"Perlawanan terhadap CJNG ini baru saja kami mulai dan kami tidak akan mundur," tegas Terrance Cole, kepala Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA).