BWS pasok air petani Penajam jaga produksi semangka saat kemarau - ANTARA News Kalimantan Timur
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda, Kalimantan Timur, membantu pasokan air petani di Kecamatan Babulu Darat, Kabupaten Penajam Paser Utara, guna menjaga stabilitas produksi semangka di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
"BWS melakukan pendistribusian bantuan air bersih untuk penyiraman tanaman semangka di Kecamatan Babulu," ujar Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan ketika ditanya pasokan air dari BWS itu, di Penajam, Rabu.
Langkah kolaborasi itu, setelah Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai wilayah darurat bencana hidrometeorologi, sehingga menjaga stabilitas produksi komoditas hortikultura perlu dengan langkah dibantu air untuk penyiraman tanaman petani.
Air di saluran irigasi sekunder di wilayah Kecamatan Babulu Darat telah kering, kata dia lagi, dan air yang ada merupakan air payau (campuran air tawar dan air laut) tidak bisa digunakan untuk menyiram tanaman.
Bantuan pasokan air BWS Kalimantan IV Samarinda dialokasikan kepada Kelompok Tani Setia Abadi dan Makmur Raya di Kecamatan Babulu Darat dengan luas lahan tanam semangka lebih kurang 35 hektare.
"Usia tanaman semangka rata-rata antara 21-45 hari, kebutuhan air untuk menyiram tanaman kisaran 50.000 liter per hari," katanya lagi.
BWS Kalimantan IV Samarinda membantu memberikan pasokan air untuk menyiram tanaman semangka petani di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam tersebut secara bertahap hingga seluruh tanaman semangka berusia 55 hari atau siap panen.
BWS Kalimantan IV Samarinda memasok air setiap tiga hari sekali, menurut dia, sehingga sekitar 15-25 hari BWS melakukan distribusi pasokan air kepada petani sampai masuk masa panen.
Petani memiliki penampungan air dan peralatan menyiram, sehingga memungkinkan di lakukan pendistribusian air dengan mobil tangki untuk menjaga stabilitas produksi, agar petani tidak mengalami kerugian dan potensi produksi di kelompok tani itu sekitar 30 ton per hektare dapat terpenuhi, demikian Gunawan.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.