China Kebut AI di Sektor Energi, Tambang hingga Kereta Berat, Perawatan Turbin Turun 60 Persen
Bagikan:
JAKARTA - China Energy Investment Corp atau CHN Energy mempercepat penggunaan kecerdasan buatan di sektor energi. AI kini dipakai di tambang batu bara cerdas, pembangkit listrik, hingga kereta barang berat.
China Daily dikutip Minggu, 2 Agustus, melaporkan, CHN Energy merupakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara terbesar di China berdasarkan kapasitas. Perusahaan milik negara itu mulai memakai AI di sektor operasional utama.
Juru bicara CHN Energy, Zhao Zhe, mengatakan integrasi “AI+Energi” sudah memberi dampak langsung bagi perusahaan.
Menurut Zhao, inovasi tersebut memangkas waktu perawatan turbin angin hingga 60 persen. Efisiensi tenaga kerja di tambang batu bara cerdas juga naik menjadi lima kali rata-rata nasional.
Kemampuan AI CHN Energy bertumpu pada Qingyuan, model AI pertama di China dengan 100 miliar parameter yang dirancang khusus untuk industri ketenagalistrikan.
Parameter adalah ukuran kemampuan model AI dalam membaca pola dan memproses data. Makin besar dan tepat modelnya, makin luas data yang bisa dianalisis.
Qingyuan digunakan di lebih dari 500 pembangkit listrik tenaga angin yang dioperasikan Longyuan Power, anak usaha CHN Energy.
BACA JUGA:
Zhao mengatakan model tersebut memproses data waktu nyata dari kapasitas terpasang 140 juta kilowatt. Dari sana, sistem bisa membaca kondisi peralatan dan memberi peringatan sebelum gangguan membesar.
Akurasi peringatan anomali peralatan disebut melampaui 85 persen. Anomali peralatan adalah tanda tidak normal pada mesin yang bisa menjadi awal kerusakan.
Sementara itu, akurasi diagnosis menyeluruh mencapai 90 persen. Dengan sistem tersebut, operasi perusahaan bergeser dari pola perawatan setelah masalah muncul menjadi peringatan dini.
Di sektor tambang, 10 tambang batu bara cerdas percontohan nasional gelombang pertama milik CHN Energy sudah menyelesaikan penerimaan resmi.
Area kerja penambangan batu bara disebut mencapai 100 persen operasi cerdas tingkat menengah hingga tinggi.
Di logistik energi, CHN Energy mengoperasikan kereta barang berat otonom pertama China berkapasitas 10.000 metrik ton di jalur Shenmu-Shuozhou.
Kereta otonom adalah kereta yang dapat berjalan dengan sistem otomatis tanpa kendali manual penuh.
Kereta tersebut meningkatkan kecepatan operasi 3 kilometer per jam. Perusahaan juga menghemat biaya tenaga kerja tahunan sebesar 5,6 juta yuan atau sekitar 830.000 dolar AS.
China Daily menyebut perusahaan energi besar di China kini bergerak cepat memasukkan AI ke seluruh rantai operasional. Inovasi teknologi ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan energi nasional.
Kepala China Institute for Studies in Energy Policy di Xiamen University, Lin Boqiang, mengatakan penggunaan “otak industri” di sektor energi menunjukkan pergeseran dari otomasi dasar menuju kecerdasan berbasis data.
“Dengan menanamkan AI ke dalam alur kerja operasional utama, China memastikan transisi energi cerdas tidak hanya mengoptimalkan alokasi sumber daya, tetapi juga menyediakan fondasi yang tangguh bagi keamanan energi nasional,” kata Lin.
Dorongan teknologi itu berjalan beriringan dengan kinerja operasional CHN Energy.
Pada semester pertama 2026, perusahaan melaporkan produksi dan penjualan batu bara sekitar 420 juta ton, naik 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Total pembangkitan listrik CHN Energy mencapai hampir 600 miliar kilowatt-jam, naik 3,3 persen.
Kilowatt-jam adalah satuan untuk mengukur jumlah listrik yang diproduksi atau dipakai.
Menurut pedoman Administrasi Energi Nasional China, negara itu mendorong transformasi digital dan cerdas pada infrastruktur energi. Tujuannya untuk meningkatkan fleksibilitas sistem, menjaga keamanan pasokan, dan memenuhi target karbon ganda.
Target karbon ganda China merujuk pada upaya mencapai puncak emisi karbon dan netralitas karbon.
Lin mengatakan integrasi AI ke aset energi tradisional kini bukan hanya alat efisiensi. Menurut dia, AI mulai menjadi kebutuhan struktural dalam rantai pasok energi.
“Dengan menerapkan AI di seluruh rantai pasok, dari ekstraksi dan pembangkitan hingga logistik, raksasa energi seperti CHN Energy membangun model yang dapat diperluas dan menyeimbangkan keamanan energi dengan modernisasi rendah karbon,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+