peezycoineth.vip

Ciputra Life Catat Klaim Corporate Solution Meningkat,Penyakit Non-Kritis Mendominasi

2026-10-02 13:58

ILUSTRASI. Ciputra Life (Dok/Ciputra Life)

Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatat peningkatan klaim pada lini Corporate Solution. Kenaikan tersebut sejalan dengan tren peningkatan rata-rata klaim di industri asuransi kesehatan secara keseluruhan.

Direktur Ciputra Life, Listianawati Sugiyanto mengatakan, peningkatan klaim tidak hanya dipengaruhi oleh inflasi medis, tetapi juga pertumbuhan bisnis Corporate Solution Ciputra Life. Pendapatan premi lini tersebut tercatat meningkat 77% YTD.

Secara umum, klaim pada lini Corporate Solution memang mengalami peningkatan, sejalan dengan tren rata-rata peningkatan klaim yang juga terjadi di industri asuransi kesehatan secara keseluruhan. 

“Selain inflasi medis, kenaikan klaim di Ciputra Life juga turut didorong oleh pertumbuhan bisnis Corporate Solution itu sendiri yakni selaras juga dengan peningkatan pendapatan premi sebesar 77% YTD yang telah kami sampaikan sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah klaim merupakan dinamika yang wajar seiring bertambahnya jumlah korporasi dan karyawan yang mendapatkan perlindungan.

Baca Juga: Premi Asuransi Kesehatan Korporasi Ciputra Life Tumbuh 77% hingga Agustus 2026

“Dengan kata lain, semakin banyak korporasi dan karyawan yang terlindungi, secara natural volume klaim pun turut meningkat, dan ini merupakan dinamika yang wajar terjadi seiring pertumbuhan portofolio,” katanya.

Dari sisi komposisi, klaim yang berkaitan dengan penyakit kritis terdapat dalam portofolio Corporate Solution. Namun, jumlahnya masih jauh lebih kecil dibandingkan klaim penyakit non-kritis yang saat ini mendominasi profil klaim korporasi Ciputra Life.

“Dari sisi komposisi klaim, memang terdapat klaim yang terkait dengan penyakit kritis pada portofolio Corporate Solution kami, namun secara rasio jumlahnya masih jauh lebih kecil dibandingkan klaim penyakit non-kritis, yang mendominasi profil klaim korporasi kami saat ini,” jelas Listianawati.

Meski demikian, Ciputra Life tetap memberikan perhatian terhadap tren klaim non-kritis. Sebab, penyakit non-kritis yang berulang berpotensi berkembang menjadi penyakit kritis apabila tidak diimbangi pola hidup sehat dan manajemen risiko kesehatan yang baik.

Karena itu, perusahaan memperkuat pendekatan preventif sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko kesehatan portofolio.

“Oleh sebab itu, kami terus memperkuat pendekatan preventif dari sisi internal sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko kesehatan portofolio kami,” tuturnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Ciputra Life dalam menjaga keberlanjutan portofolio, sekaligus memastikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi nasabah korporasi dalam jangka panjang.

Baca Juga: Ciputra Life Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp 107,1 Miliar pada Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

  • PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life)