Citilink Ngegas, Armada Jadi 43 Pesawat, Terbang Lagi dari Bandung Mulai 17 Agustus
Jakarta -
Hingga akhir Juni 2026, maskapai Citilink telah mengoperasikan 43 armada, meningkat signifikan dibandingkan 25 armada pada periode yang sama tahun lalu.Penambahan armada tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas produksi Garuda Indonesia Group sekaligus meningkatkan kemampuan Citilink dalam melayani kebutuhan perjalanan masyarakat.
Hal ini seiring dukungan strategis dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) terhadap transformasi Garuda Indonesia Group.
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil nyata dari transformasi perusahaan yang berjalan selaras dengan agenda penguatan Garuda Indonesia Group.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengoperasian 43 armada hingga akhir Juni 2026 merupakan capaian penting dalam penguatan alat produksi Citilink. Dengan dukungan strategis Danantara terhadap transformasi Garuda Indonesia Group, kami dapat mengakselerasi kesiapan armada dan meningkatkan kapasitas operasional untuk melayani pertumbuhan mobilitas masyarakat," ujar Darsito.
Menurutnya, penguatan armada menjadi fondasi bagi Citilink untuk meningkatkan daya saing di pasar penerbangan berbiaya rendah, memperluas konektivitas antardaerah, serta menghadirkan layanan yang aman, andal, dan tepat waktu secara berkelanjutan.
Seiring bertambahnya jumlah armada, Citilink juga mencatat peningkatan frekuensi penerbangan. Pada Semester I 2026, rata-rata penerbangan mencapai 221 penerbangan per hari, naik sekitar 21 persen dibandingkan Semester II 2025 yang mencatat rata-rata 183 penerbangan per hari.
Peningkatan frekuensi tersebut mencerminkan optimalisasi pemanfaatan armada untuk memperkuat kapasitas layanan, memberikan pilihan jadwal yang lebih fleksibel, sekaligus memenuhi tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di berbagai rute strategis.
Selain memperkuat armada, Citilink juga kembali mengoperasikan sejumlah rute yang sebelumnya sempat dihentikan, yakni Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma)-Padang, Jakarta-Pekanbaru, Makassar-Palu, dan Jakarta-Malang.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan jaringan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar, sekaligus mendukung konektivitas antardaerah, pertumbuhan sektor pariwisata, dan perekonomian daerah.
Tak hanya itu, Citilink juga akan kembali melayani penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, mulai 17 Agustus 2026. Maskapai ini akan membuka lima rute menuju Medan, Palembang, Denpasar, Balikpapan, dan Surabaya.
Ke depan, Citilink menyatakan akan terus melanjutkan transformasi bersama Garuda Indonesia Group melalui peningkatan kesiapan armada, pengembangan jaringan penerbangan yang sesuai kebutuhan pasar, inovasi layanan, serta penguatan disiplin operasional dan tata kelola perusahaan.
Dengan dukungan Danantara, Citilink berharap dapat semakin memperkuat posisinya di segmen LCC, memperluas konektivitas udara nasional, serta memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan industri penerbangan, pariwisata, dan perekonomian Indonesia.
(ddn/ddn)