Daftar top skor sepanjang sejarah Piala AFF, Teerasil Dangda masih tak tertandingi
Jakarta (ANTARA) - Kejuaraan sepak bola antarnegara Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026, kembali menjadi ajang yang mempertemukan tim-tim terbaik di kawasan. Turnamen yang berlangsung hingga 26 Agustus 2026 ini diikuti 10 negara yang terbagi ke dalam dua grup untuk memperebutkan empat tiket menuju babak semifinal.
Pada edisi kali ini, tim nasional Indonesia tergabung di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Sementara itu, Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos.
Selain menghadirkan persaingan memperebutkan gelar juara, Piala AFF juga memiliki sejarah panjang yang dipenuhi berbagai catatan prestasi individu. Salah satu rekor paling bergengsi adalah daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Hingga saat ini, penyerang legendaris Thailand, Teerasil Dangda, masih menjadi top skor sepanjang masa Piala AFF. Ketajamannya selama lebih dari satu dekade membuat namanya belum tergeser dari posisi teratas, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah tampil di kompetisi tersebut.
Tak hanya menjadi pencetak gol terbanyak, Dangda juga merupakan satu-satunya pemain yang berhasil meraih gelar top skor turnamen sebanyak lima kali, yakni pada edisi 2008, 2012, 2016, 2020, dan 2022. Konsistensi tersebut menjadikannya ikon sepak bola Asia Tenggara.
Di bawah Dangda, sejumlah nama besar dari Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Indonesia turut menghiasi daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala AFF. Indonesia sendiri diwakili oleh dua legenda sepak bola nasional, yakni Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas.
Baca juga: Mitchell Baker bangga cetak hattrick dalam debut timnas
Daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala AFF
Berikut daftar 10 besar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala AFF, merangkum sejumlah sumber:
- Teerasil Dangda (Thailand) – 25 gol
- Noh Alam Shah (Singapura) – 17 gol
- Worrawoot Srimaka (Thailand) – 15 gol
- Lê Công Vinh (Vietnam) – 15 gol
- Lê Huỳnh Đức (Vietnam) – 14 gol
- Nguyễn Tiến Linh (Vietnam) – 13 gol
- Kurniawan Dwi Yulianto (Indonesia) – 13 gol
- Adisak Kraisorn (Thailand) – 13 gol
- Bambang Pamungkas (Indonesia) – 12 gol
- Kiatisuk Senamuang (Thailand) – 12 gol
Dari daftar tersebut, Thailand menjadi negara dengan wakil terbanyak, yakni empat pemain. Vietnam menyusul dengan tiga pemain, sementara Indonesia dan Singapura masing-masing menyumbang dua dan satu pemain.
Baca juga: Herdman sesalkan Indonesia kebobolan meski menang telak
Rekor gol terbanyak dalam satu edisi
Selain memegang posisi kedua dalam daftar top skor sepanjang masa, mantan penyerang Singapura Noh Alam Shah juga masih menguasai rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala AFF.
Pada Piala AFF 2007, Noh Alam Shah berhasil membukukan 10 gol sepanjang turnamen. Hingga kini, catatan tersebut belum mampu disamai maupun dilampaui oleh pemain mana pun.
Produktivitas luar biasanya pada edisi tersebut menjadi salah satu penampilan individu terbaik yang pernah tercatat dalam sejarah kompetisi.
Rekor tujuh gol dalam satu pertandingan
Noh Alam Shah juga memegang rekor individu lain yang masih bertahan hingga saat ini, yakni jumlah gol terbanyak yang dicetak seorang pemain dalam satu pertandingan Piala AFF.
Rekor tersebut tercipta ketika Singapura menghadapi Laos pada Piala AFF 2007. Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan telak Singapura 11-0, Noh Alam Shah sukses mencetak tujuh gol.
Hingga penyelenggaraan ASEAN Hyundai Cup 2026, belum ada pemain yang mampu menyamai maupun memecahkan rekor tujuh gol dalam satu pertandingan tersebut.
Berbagai catatan tersebut menunjukkan bahwa Piala AFF tidak hanya menjadi ajang persaingan antarnegara Asia Tenggara, tetapi juga panggung lahirnya para penyerang tajam yang mencatatkan prestasi individu luar biasa.
Baca juga: Kekalahan dari Indonesia jadi pengalaman berharga bagi Kamboja
Baca juga: PSSI sebut kemenangan atas Kamboja belum jadi tolok ukur kualitas
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.