peezycoineth.vip

Detik-detik Tembok SDN Tapos 3 Depok Ambruk Timpa 5 Siswa, 2 Luka Parah Sampai Berdarah

2026-10-09 17:05

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Depok, VIVA – Lima siswa SDN Tapos 3 Depok, Jawa Barat, tertimpa reruntuhan tembok pembatas sekolah yang ambruk pada Jumat (9/10/26). Dua siswa mengalami luka di bagian kepala dan punggung hingga mengeluarkan darah.

Baca Juga

Insiden itu terjadi saat para siswa tengah bersiap mengikuti kegiatan olahraga. Mereka berkumpul di lapangan sambil menunggu guru, sekaligus menyiapkan matras dan media pembelajaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah aktivitas tersebut, beberapa siswa duduk di dekat tembok pembatas yang kondisinya sudah rapuh. Tembok itu kemudian ambruk dan menimpa anak-anak yang berada di sekitarnya.

Baca Juga

Kepala SDN Tapos 3 Depok, Arum Ika, mengakui kondisi tembok tersebut memang sudah berisiko sebelum kejadian.

"Ada beberapa siswa kami yang duduk-duduk di sekitar tembok,"  kata dia kepada wartawan, dikutip Sabtu (10/10/26).

Baca Juga

Arum menduga tembok ambruk akibat getaran atau kondisi bangunan yang sudah usang. Dari sekitar empat hingga lima siswa yang berada di dekat tembok, terdapat anak yang mengalami luka cukup parah.

"Entah mungkin karena getaran atau usangnya tembok, anak-anak tertimpa runtuhan tembok yang memang sudah usang," ujarnya.

Guru-guru langsung mengevakuasi para siswa untuk mendapatkan pertolongan medis. Awalnya, kelima siswa dibawa ke klinik terdekat. Namun, kondisi dua anak yang mengalami luka hingga berdarah membuat pihak sekolah memutuskan membawa mereka ke rumah sakit.

"Karena parah dan mengeluarkan darah, kami tidak tahu apa yang terjadi. Akhirnya diputuskan untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat," tuturnya.

Arum mengatakan dua siswa yang mengalami luka di kepala dan punggung kini sudah berada di rumah masing-masing. Pihak sekolah juga telah berkomunikasi dengan orang tua siswa terkait kondisi anak-anak tersebut.

Meski para siswa sudah mendapat penanganan, pihak sekolah tetap akan memantau kondisi mereka secara intensif. Arum berharap hasil pemeriksaan dokter menunjukkan luka yang dialami kedua anak tersebut tidak separah dugaan awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mudah-mudahan, berdasarkan informasi dari dokter, kondisinya tidak separah yang dipikirkan di awal saat mengeluarkan darah," ujarnya.

Peristiwa ini juga menyoroti kondisi pagar pembatas sekolah yang disebut sudah rapuh. Arum mengungkapkan, pihak sekolah sebenarnya telah mendapat informasi mengenai rencana bantuan perbaikan pagar dari dinas terkait.

Halaman Selanjutnya

Bantuan tersebut diperkirakan dialokasikan pada Oktober ini. Namun, pihak sekolah belum mengetahui secara pasti kapan perbaikan akan dilakukan.