Developer RyzaChat AI Batasi Input Mesum, User Coba Cari Celah Baru

Sejak aplikasi RyzaChat AI dirilis sekitar bulan Agustus 2026, banyak fans Atelier Ryza langsung ramai mencoba aplikasi chatbot AI tersebut. Tentunya tidak sedikit dari mereka mencoba berbincang dengan Ryza, mulai dari topik random sampai ke hal-hal bersifat ‘nakal’ atau mesum.
Mengetahui perilaku yang dilakukan oleh pengguna aplikasinya, developer RyzaChat AI melakukan pembatasan terhadap input chat yang bersifat mesum. Ternyata upaya tersebut tidak menghentikan sepenuhnya keinginan User atau para fans Ryza untuk mencari celah baru agar bisa berbincang ke hal-hal mesum. Serius, nih?!
Developer RyzaChat AI Batasi Input Chat yang Bersifat Mesum

Melalui akun media sosial Twitter X resminya, SpiralAI selaku developer RyzaChat AI memberikan berbagai pengumuman penting untuk semua orang yang menggunakan aplikasi mereka. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana User masih memberikan input chat yang bersifat mesum terhadap karakter Ryza di aplikasi tersebut.
SpiralAI menjelaskan timnya melakukan update terhadap model AI di aplikasi RyzaChat AI untuk bulan Oktober. Salah satu update yang mereka lakukan adalah pembatasan terhadap penyalahgunaan User pada aplikasi chatbot AI tersebut yang dapat merusak reputasi dari franchise Atelier beserta karakternya.
Selain itu, SpiralAI menegaskan bahwa mereka tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang dapat “merendahkan atau merusak integritas terhadap sumber material”. Hal ini termasuk dalam upaya membuat karakter AI Ryza memberikan pernyataan yang melanggar ketertiban umum dan juga moral.

Tidak sampai disitu saja, mereka juga tidak memberikan toleransi terhadap adanya pembuatan yang dapat mengubah atau memalsukan screenshot yang menyalahartikan terhadap konten dari game.
Dengan adanya update terbaru dari developer, aplikasi RyzaChat AI kini memiliki sistem tingkat 3 untuk memantau interaksi antara User dengan AI Ryza pada aplikasi. Input dari User akan diterima terlebih dahulu oleh semacam Game Master AI yang dapat memisah konten dan menghapus kata-kata tidak sopan sebelum karakter AI Ryza menjawabnya.
AI Ryza juga sudah diprogram oleh developer agar tidak terlibat dalam interaksi topik yang tidak berhubungan dengan setting karakter berdasarkan gamenya. Selain itu, developer juga mengatur agar respon dari AI Ryza yang menunjukkan ekspresi dan konten tidak sopan akan langsung dihapus dari memori karakter AI.
User Berusaha Mencari Celah Baru

Setelah pengumuman tersebut, tampaknya User masih ada saja celah untuk bisa berbincang dengan Ryza mengarah ke hal-hal mesum. Terlebih bagi fans Ryza dari Jepang yang entah bagaimana caranya mereka masih bisa melakukan hal seperti itu di aplikasi.
Pada saat artikel ini ditulis (1/10) setelah adanya update terbaru dari SpiralAI, User menemukan ada bug ketika mereka mencoba berbincang dengan karakter AI Ryza. Bug tersebut menunjukkan bagaimana AI Ryza menjawab nyeleneh terhadap input dari User pada aplikasi. Dan kini diketahui bug tersebut sudah diperbaiki dan RyzaChat AI sudah kembali normal.
Berdasarkan hasil pemantauan di media sosial Twitter X, tampaknya celah yang digunakan User untuk bisa berbincang hal-hal mesum kepada AI Ryza sudah semakin sedikit terjadi, tidak semasif ketika awal rilis aplikasi tersebut, dan juga jawaban dari karakter masih dalam batas normal.
Meski begitu, sampai saat ini User (terlebih dari Jepang) masih terus mencoba mencari celah apakah AI Ryza masih bisa diajak berbincang hal-hal mesum.
Itulah informasi mengenai bagaimana developer RyzaChat AI membatasi input yang mengarah ke hal-hal mesum di aplikasi, User masih menemukan adanya celah untuk tetap bisa melakukannya. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Atelier, Ryza atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
"Editor dan Veteran Game Gacha di Gamebrott." Ia adalah seorang Gamer yang telah aktif mengamati dan menganalisis perkembangan game gacha selama lebih dari satu dekade sejak tahun 2013, memberikannya pemahaman mendalam tentang tren pasar dan mekanika game berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalamannya yang luas terhadap game genre JRPG, memiliki minat yang kuat terhadap game JRPG, bahkan yang sering dianggap underrated, seperti Trails Series. Berfokus pada analisis mendalam mengenai isu-isu yang sedang hangat, tren up-to-date, serta insight mendasar yang menjadi perbincangan utama di komunitas Gamer secara luas.