peezycoineth.vip

Di Balik Serbuan Ribuan Imigran, Ceuta Punya 7 Wisata Menawan

2026-08-04 09:04

Ceuta -

Beberapa hari terakhir, nama Ceuta menjadi sorotan dunia setelah ribuan imigran memasuki wilayah mereka dengan cara berenang dari laut. Terlepas dari itu, Ceuta memang menawan.

Wilayah kantong (enclave) milik Spanyol di pesisir Afrika Utara itu diserbu eksodus imigran gelap. Gelombang migrasi besar-besaran itu memicu krisis kemanusiaan sekaligus perdebatan soal keamanan perbatasan antara Spanyol dan Maroko.

Ceuta memang sejak lama dikenal sebagai salah satu titik masuk menuju Eropa karena berbatasan langsung dengan Maroko. Di balik krisis migran tersebut, Ceuta ternyata menyimpan deretan destinasi menarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota seluas sekitar 18 kilometer persegi ini merupakan perpaduan budaya Eropa, Arab, Afrika, dan Mediterania yang tercermin dari bangunan bersejarah hingga panorama pesisirnya.

1. Royal Walls (Murallas Reales)

Royal Walls atau Murallas Reales merupakan ikon utama Ceuta. Benteng pertahanan ini dibangun pada masa Portugis pada abad ke-16 di atas struktur pertahanan yang sudah ada sejak era Islam.

Dinding batu raksasa tersebut dikelilingi parit berisi air laut sehingga menciptakan pemandangan yang unik. Pengunjung dapat berjalan di sepanjang benteng, mengunjungi museum kecil di dalam kompleks, hingga menikmati panorama pelabuhan dan Laut Mediterania.

2. Plaza de África

Alun-alun utama Ceuta ini menjadi pusat kehidupan kota. Plaza de África dikelilingi oleh bangunan bersejarah seperti Katedral Santa María de la Asunción, Balai Kota, serta tempat-tempat penting lainnya.

Suasananya tenang dengan deretan pohon palem dan kafe yang cocok menjadi tempat beristirahat sambil menikmati atmosfer khas kota perbatasan.

3. House of the Dragons (Casa de los Dragones)

Bangunan bergaya eklektik ini mudah dikenali berkat empat patung naga besar di bagian atapnya. Dibangun pada awal abad ke-20, Casa de los Dragones menjadi salah satu landmark paling ikonik sekaligus spot foto favorit wisatawan. Pada malam hari, pencahayaan bangunan membuat tampilannya semakin dramatis.

4. Arab Baths (Baños Árabes)

Ceuta juga memiliki peninggalan masa kekuasaan Islam berupa pemandian umum kuno yang diperkirakan berasal dari abad ke-11 hingga ke-13.

Situs arkeologi ini memperlihatkan bagaimana kehidupan masyarakat Muslim pada masa lalu sekaligus menjadi bukti penting sejarah panjang Ceuta sebagai persimpangan berbagai peradaban.

5. Mediterranean Maritime Park (Parque Marítimo del Mediterráneo)

Ingin menikmati suasana santai? Mediterranean Maritime Park bisa menjadi pilihan. Kompleks rekreasi rancangan arsitek César Manrique ini memiliki kolam air asin, taman tropis, air terjun buatan, restoran, hingga area bersantai dengan latar Laut Mediterania. Tempat ini menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan saat musim panas.

6. Monte Hacho

Monte Hacho merupakan bukit yang menjulang di sisi timur Ceuta. Dari puncaknya, wisatawan dapat menikmati panorama Selat Gibraltar, Laut Mediterania, hingga garis pantai Maroko.

Di kawasan ini juga terdapat benteng dan instalasi militer bersejarah yang memperlihatkan pentingnya posisi strategis Ceuta sejak berabad-abad lalu.

7. Playa de la Ribera

Pantai berpasir keemasan ini menjadi salah satu pantai paling populer di Ceuta. Ombaknya relatif tenang sehingga cocok untuk berenang maupun bersantai. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan pegunungan Maroko di kejauhan sambil menyaksikan kapal-kapal yang melintas di Selat Gibraltar.

Meski kini sering muncul dalam pemberitaan terkait krisis migrasi, Ceuta sesungguhnya menawarkan sisi lain yang tak kalah menarik.

Kota kecil di persimpangan dua benua ini menyimpan benteng megah, jejak peradaban, hingga panorama Mediterania yang mampu membuat siapa pun ingin melihat Ceuta dari sudut pandang yang berbeda.