Dijuluki Silent Killer, Ini Alasan Hepatitis Sulit Dideteksi Dini
CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 06:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus sering disebut sebagai silent killer. Hal ini karena gejalanya yang sangat ringan, bahkan tak bergejala sama sekali.
Penderitanya banyak yang baru menyadari penyakit ini setelah beberapa bulan, bahkan hingga beberapa tahun sejak pertama kali terpapar. Ketika sudah terdiagnosis, kondisinya sudah parah dan merusak hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa hepatitis sering telat terdeteksi
Menurut National Library of Medicine AS, gejala dan tanda penyakit ini biasanya baru terlihat jelas setelah menyebabkan kerusakan hati yang parah. Gejala hepatitis butuh waktu lama untuk muncul, bahkan bisa bertahun-tahun setelah terinfeksi.
Istilah hepatitis itu sendiri mengacu pada peradangan di hati. Peradangan ini bisa disebabkan oleh virus, penggunaan alkohol atau zat berbahaya, paparan racun, serta penyakit tertentu.
Adapun hepatitis yang disebabkan oleh virus ada banyak jenisnya. Tiga yang paling umum dikenal, yakni hepatitis A (HAV), hepatitis B (HBV), dan hepatitis C (HVC).
Pilihan Redaksi
- Tes Kesehatan Sebelum Menikah, Apa Saja yang Harus Dicek?
- 70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Tapi Tak Disadari
- 6 Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan, Bisa Bantu Kurangi Stres
Mengutip WebMD, hepatitis A sangat menular tetapi biasanya bisa sembuh dalam dua bulan dan tidak menimbulkan komplikasi. Penyakit ini bisa menyebar melalui makanan, minuman, atau kontaminasi tinja.
Adapun hepatitis B bisa menyebar melalui hubungan seks, berbagi jarum suntik, dan kontak langsung darah orang yang terinfeksi. Meski penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan hati jangka panjang, tetapi sebagian besar orang bisa pulih dalam enam bulan.
Kemudian hepatitis C tergolong infeksi jangka panjang dan sering tidak menunjukkan gejala. Penyakit ini bisa menyebabkan jaringan parut pada hati atau sirosis. Berbeda dengan tipe A dan B, penyakit yang satu ini belum ada vaksinnya.
Dalam beberapa kasus, tubuh dapat menyembuhkan infeksi dengan sendirinya. Namun dalam kasus lain, tubuh bisa saja kesulitan menghilangkan infeksi dan kondisinya berubah menjadi kronis.
Hepatitis sendiri bisa bersifat akut yang infeksinya tak berlangsung lebih dari enam bulan. Jika infeksi berlangsung lebih dari itu, penyakit sudah dianggap kronis.
Adapun sebagian besar orang yang menderita hepatitis kronis tidak menyadarinya. Pada banyak kasus, orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun atau gejalanya sangat ringan, sehingga tidak memeriksakan diri ke dokter.
Baca halaman selanjutnya...
Add
as a preferred
source on Google
HALAMAN: