Dinas Pangan Cianjur salurkan 34 ton beras SPHP lewat GMP - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur (ANTARA) - Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), mencatat sebanyak 34 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah disalurkan kepada masyarakat melalui 17 kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Dinas Pangan Cianjur Nurman Maksum Ishak di Cianjur, Minggu, mengatakan setiap pelaksanaan GPM pihaknya mengajukan permintaan beras SPHP sebanyak 2 ton pada ke Perum Bulog Cianjur.
Selain beras dengan total 34 ton yang telah disalurkan, di setiap pelaksanaan GPM disediakan berbagai komoditas pangan lain dengan total pasokan sekitar 4 ton terdiri dari gula pasir, minyak goreng, telur, cabai, bawang, hingga sayuran.
"Harga komoditas yang dijual dalam GPM disesuaikan dengan kondisi pasar dan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang telah ditetapkan," katanya.
Harga komoditas yang dijual tidak melebihi HET atau HAP yang berlaku ketika ada perubahan harga di pasar akan disesuaikan, di mana penyaluran beras SPHP diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Termasuk, menurut dia, untuk kebutuhan di luar peruntukannya, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Pangan terdiri dari Bulog, TNI/Polri, dan instansi terkait agar barang subsidi langsung tepat sasaran ke masyarakat .
Pelaksanaan GPM dilakukan melalui dua skema secara mandiri dan berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dimana secara mandiri pihak dinas hanya sebagai fasilitator.
"Sedangkan skema berbasis APBD, anggaran digunakan untuk mendukung biaya distribusi, seperti jasa angkut, pengemasan, dan kebutuhan operasional lainnya agar komoditas bisa sampai ke lokasi pelaksanaan,” katanya.
Anggaran distribusi yang dialokasikan pemerintah daerah sebesar Rp7 juta di setiap titik pelaksanaan GPM, di mana dana tersebut bukan diberikan kepada pelaku usaha, melainkan digunakan untuk menanggung biaya distribusi logistik selama distribusi.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.