Dindik Jateng-KEK upayakan sekolah untuk meningkatkan siswa berbahasa asing
Dindik Jateng-KEK upayakan sekolah untuk meningkatkan siswa berbahasa asing
Sabtu, 22 Agustus 2026 12:19 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin teken kerja sama dengan KEK Batang tingkatkan sumber daya manusia di Batang, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas KITB)
Batang (ANTARA) - Dinas Pendidikan Jawa Tengah bersama Kawasan Ekonomi Khusus Batang terus mengupayakan sekolah agar para siswanya mampu menguasai bahasa asing seperti Mandarin,Iinggris, Korea, Jepang, dan Perancis untuk memenuhi permintaan dunia industri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin di Batang, Jumat, mengatakan penguasaan bahasa internasional merupakan soft skill krusial yang harus disiapkan oleh lembaga pendidikan.
"Ini sangat sesuai dengan dinamika di Kawasan Industri Terpadu Batang yang menerima investasi besar dari China, Korea, hingga Singapura. Oleh karena itu, anak-anak yang memiliki kecakapan berbahasa jelas memiliki nilai tambah yang tinggi, bahkan gajinya bisa 'plus-plus'," katanya.
Menurut dia, para siswa yang memiliki kepandaian berbahasa asing tidak sekadar bekerja teknis biasa saja tetapi juga mampu memegang peran strategis sebagai perantara atau alih bahasa.
Ia mencontohkan ketika investor atau tenaga ahli dari luar negeri berada di lapangan kerja lulusan sekolah menengah kejuruan yang menguasai bahasa mandarin atau inggris dapat langsung menjadi penerjemah dan menjembatani komunikasi operasional.
"Adanya komunitas bahasa mandarin yang dibentuk oleh para siswa di SMKN 1 Batang menjadi contoh nyata kesiapan peserta didik dalam menangkap peluang tersebut," katanya.
Ia mengatakan sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan daya saing global lulusan sekolah kejuruan, pihaknya sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan balai latihan kerja untuk memfasilitasi program pelatihan bahasa dan kerja sama luar negeri.
"Kami memfasilitasi program kursus bahasa untuk persiapan kuliah sambil bekerja di Korea Selatan. Sebanyak 59 orang akan dikirimkan pada September 2026," katanya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang (KITB) Angga Arie Saputra mengatakan penguasaan bahasa asing oleh sumber daya manusia lokal memegang peranan kunci terutama dalam memfasilitasi alih teknologi dan pengetahuan dari para tenaga ahli asing kepada tenaga kerja lokal.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.