peezycoineth.vip

Dinkes Lombok Timur imbau warga waspada gangguan kesehatan di kemarau

2026-07-13 11:29
"Memasuki musim kemarau akibat fenomena El Nino, kami telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat,"

Lombok Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat untuk waspada gangguan kesehatan dampak musim kemarau 2026.

"Memasuki musim kemarau akibat fenomena El Nino, kami telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat," kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Lalu Aries Fahrizi di Lombok Timur, Senin.

Ia mengatakan cuaca panas, kekeringan dan keterbatasan air bersih dapat memicu sejumlah penyakit.

"Kemarau dapat meningkatkan risiko dehidrasi, ISPA (Infeksi saluran pernapasan akut), diare akibat kualitas air menurun, penyakit kulit dan lainnya akibat pengelolaan lingkungan yang kurang baik," ujarnya.

Antisipasi hal tersebut, Dinkes mengajak masyarakat menerapkan langkah pencegahan di antaranya minum air mineral yang cukup, menghindari aktivitas fisik berat saat suhu panas, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menjaga kebersihan lingkungan.

"Musim kemarau prilaku hidup bersih dan sehat juga sangat penting dalam menjaga kesehatan bayi, ibu hamil, usia lanjut, agar terhindar dari dehidrasi dan komplikasi," katanya.

"Masyarakat diimbau memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, ketika mengalami gejala demam tinggi, sesak napas dan penyakit lainnya," katanya.

Ia juga mengajak pemerintah desa, sekolah, dunia usaha, organisasi masyarakat dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, menghemat penggunaan air bersih, serta aktif mengedukasi kesehatan kepada masyarakat.terutama di musim kemarau yang melanda saat ini. 

"Dengan kewaspadaan dan kerjasama seluruh pihak, risiko terjadinya peningkatan kasus selama musim kemarau dapat diminimalkan. Masyarakat tetap sehat, produktif dan terlindungi, karena kesehatan itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan," katanya.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026