peezycoineth.vip

Dinkes Mataram menggenjot upaya promotif dan preventif cegah sebaran HIV

2026-07-30 10:59

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), meningkatkan upaya promotif dan preventif untuk mencegah penyebaran kasus HIV/AIDS di Kota Mataram, melalui edukasi dan penyuluhan kesehatan reproduksi yang masif sebagai langkah menghindari risiko penularan.

"Selain itu kami juga melakukan perluasan skrining atau deteksi dini (VCT), penghapusan stigma sosial, serta promosi perilaku aman untuk menekan laju penularan virus di masyarakat," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi adanya peningkatan kasus HIV/AIDS secara signifikan di Sidoarjo, Jawa Timur, dan menyerang berbagai kelompok usia. Mulai dari usia dini, kelompok usia anak atau pelajar, hingga usia dewasa.

Apapun kasus yang terjadi di luar daerah, kata dia, menjadi pembelajaran bagi Kota Mataram untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengoptimalkan upaya pencegahan melalui promosi dan preventif.

Data Dinkes Kota Mataram mencatat jumlah kasus baru HIV di Kota Mataram selama Januari-Juli 2026 sebanyak 76 kasus. Dari jumlah itu, kasus murni Kota Mataram tercatat 22 kasus, sisanya dari luar Kota Mataram.

Dalam upaya pencegahan pihaknya berkoordinasi dan kolaborasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Mataram serta berbagai pihak terkait melalui berbagai program antara lain kegiatan populasi kunci temuan kasus dan perluasan skrining atau tes dini.

Kemudian melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah secara rutin untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi untuk anak di atas usia 15 tahun, melaksanakan program sekolah sehat jiwa, mengaktifkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Program Dokter Kecil (Dokcil) sebagai wadah edukasi dini yang menjadi ujung tombak pencegahan HIV/AIDS di sekolah.

Baca juga: Cegah replikasi virus dengan minum ARV tepat waktu ODHA

Selain itu Dinkes bersama KPA Kota Mataram juga memberikan atensi pencegahan HIV melalui sarana alat penggunaan kontrasepsi yang aman.

"Terlepas dari pro atau kontra hal tersebut, yang kami kedepankan saat ini adalah aspek pencegahan penyakit menular," katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, upaya pencegahan penularan HIV juga dilakukan dengan memberikan obat AntiRetroViral (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sehingga sangat minim bahkan hampir nol risiko penularan ke orang lain, jika obat tersebut dikonsumsi secara rutin.

Baca juga: Sebanyak 52 anak di Tulungagung tertular HIV/AIDS

Obat ARV bagi ODHA diberikan secara gratis melalui puskesmas se-Kota Mataram dan dapat diakses secara mudah oleh penyandang ODHA. Obat ARV, katanya, memang tidak menyembuhkan HIV secara total, melainkan bekerja dengan cara menghambat perkembangbiakan virus, melindungi sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko penularan.

"Karena itulah, obat yang masuk kategori mahal itu kami berikan secara gratis bagi ODHA untuk diminum secara rutin guna mencegah penularan," katanya.

Melalui upaya-upaya tersebut, kata dia, diharapkan dapat menurunkan angka kasus penularan HIV/AIDS di Kota Mataram.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026