peezycoineth.vip

Dinkes Palembang dorong pertumbuhan anak lewat Penilaian Balita Sehat 2026

2026-07-24 13:13

Dinkes Palembang dorong pertumbuhan anak lewat Penilaian Balita Sehat 2026

Jumat, 24 Juli 2026 20:13 WIB

Image Print

Penilaian Balita Sehat tingkat Kota Palembang pada 2026, Jumat (24/7/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Palembang

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan mendorong penguatan kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui Penilaian Balita Sehat 2026.

Kepala Dinkes Kota Palembang Fenty Aprina di Palembang, Jumat, menyampaikan Penilaian Balita Sehat tingkat kota merupakan program rutin setiap tahun secara berjenjang.

Dia mengatakan penilaian tingkat kota tahun ini diikuti 36 balita berasal dari 18 kecamatan di Kota Palembang.

Peserta terbagi dalam dua kelompok usia, yakni kelompok usia 6-24 bulan berjumlah 18 peserta dan kelompok usia 2-5 tahun berjumlah 18 peserta.

Dia menjelaskan penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan status gizi anak yang disesuaikan dengan usia, perkembangan mental dan psikologis, kesehatan gigi dan mulut, fungsi pendengaran dan penglihatan serta perkembangan fisik sesuai dengan tahapan usia.

Dalam proses penilaian, Pemerintah Kota Palembang melibatkan tenaga profesional berasal dari berbagai bidang, termasuk psikolog dan dokter gigi.

Keterlibatan tenaga ahli tersebut untuk memastikan proses penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

"Penilaian Balita Sehat tidak semata-mata berorientasi pada pencarian juara, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membina kesehatan dan kesejahteraan balita sejak dini," katanya.

Hasil Penilaian Balita Sehat Tingkat Kota Palembang Tahun 2026 untuk kategori usia 6-24 bulan, juara I diraih Ruka Almeera Ziyana berasal dari Kecamatan Seberang Ulu I, juara II Zoya Keinarrra Zayanti (Kecamatan Sukarami), dan juara III Muhammad Karim Alzafi (Kecamatan Ilir Timur I).

Untuk kategori usia 2-5 tahun, juara I diraih Nadira Zarfalina Askara (Kecamatan Ilir Timur I), juara II Lubna Bilois Sadiya (Kecamatan Plaju), dan juara III Meccayla Zhasy (Kecamatan Kemuning).

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap, dapat mendorong para orang tua untuk terus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala serta memastikan setiap balita mendapatkan hak untuk tumbuh sehat dan optimal.

"Peran keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap anak memperoleh pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang secara optimal, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan tangguh," ujarnya.

Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), jumlah balita stunting di Kota Palembang tercatat 0,3 persen pada 2024 dan mengalami penurunan menjadi 0,1 persen pada 2025.

Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa menambahkan derajat kesehatan menjadi salah satu indikator utama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), selain pendidikan dan standar hidup layak yang berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan produktif.

Dia menekankan pentingnya perhatian orang tua terhadap masa pertumbuhan anak, khususnya pada usia 0 hingga 5 tahun yang merupakan masa usia emas.

"Upaya optimalisasi tumbuh kembang juga perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan, pemberian imunisasi serta menghindari berbagai faktor yang dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin," ujar dia.

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026