peezycoineth.vip

Dinkes Sumedang menangani 63 warga diduga keracunan makanan Jumat Berkah - ANTARA News Jawa Barat

2026-09-12 06:36

Sumedang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menangani 63 warga Desa Marongge dan Darmawangi, Kecamatan Tomo yang mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan Jumat Berkah pada Jumat (11/9).

Kepala Dinkes Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin di Sumedang, Sabtu, mengatakan kondisi puluhan warga yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Tomo tersebut, mulai berangsur membaik.

"Ada 63 (orang). Satu orang secara mandiri ke Cideres, Majalengka. Tapi sekarang sudah mulai membaik, 11 orang sudah keluar, sudah pulang karena kondisinya membaik," katanya.

Hingga Sabtu, sekitar pukul 01.00 WIB, tercatat 11 pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Pihaknya belum dapat memastikan penyebab keracunan yang dialami warga tersebut, tetapi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang telah mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

"Kita belum bisa menentukan dari apanya. Sampel (makanan) sudah kita amankan dan kita akan periksa di laboratorium," ujarnya.

Puluhan warga tersebut mengalami sejumlah gejala, seperti pusing, mual, muntah, hingga diare setelah menyantap makanan yang dibagikan dalam kegiatan Jumat Berkah.

Banyaknya warga yang membutuhkan penanganan medis membuat sejumlah pasien harus dirawat di atas brankar yang ditempatkan di lobi hingga lorong Puskesmas Tomo.

PMI bersama BPBD Kabupaten Sumedang juga mendirikan tenda untuk mengantisipasi apabila jumlah pasien bertambah.

Salah seorang korban yang warga Desa Marongge, Karmita, mengatakan makanan Jumat Berkah tersebut dibagikan dalam kemasan kotak dan dikonsumsi warga setelah melaksanakan Shalat Jumat.

Ia mengaku baru merasakan gejala beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.

"Tadi makannya jam 16.00 WIB, tidak langsung dimakan. Mulai kerasa sekitar jam Isya," katanya.

Dia mengatakan pembagian makanan Jumat Berkah tersebut telah rutin dilakukan setiap Jumat selama sekitar dua tahun terakhir. Namun, kejadian keracunan baru terjadi kali ini.

"Ya rutin tiap (hari) Jumat, ada dua tahun. Baru sekarang (keracunan makanan). Awalnya mual terus muntah, sekarang sudah baik, disuruh diinfus dulu dihabisin," ujarnya.

Keracunan makanan tersebut juga dialami seorang kurir paket asal Cimalaka, Sumedang, Yogi, yang kebetulan melaksanakan Shalat Jumat di lokasi pembagian makanan.

Ia mengaku menyantap makanan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB dengan menu nasi, mi, dan telur balado.

Sekitar setengah jam setelah menyantap makanan, ia mengaku mengalami keringat dingin, muntah, hingga buang air besar.

"Kebetulan ikut Shalat Jumat di situ, lagi kirim paket. Abis (Setelah) Shalat Jumat dibagi dimakan, setengah jam kemudian kerasa. Sekarang sudah baikan sudah boleh pulang," katanya.

Hingga Sabtu pagi, masih terdapat 16 pasien menjalani observasi di Puskesmas Tomo sebelum diperbolehkan pulang.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.